Penyakit
23-02-2018

Kanker Prostat

Kanker Prostat adalah suatu keganasan yang terjadi pada kelenjar prostat. Kanker prostat sangat sering terjadi. Angka kejadian kanker prostat di seluruh dunia terus mengalami peningatan. Pemeriksaan mikroskopis terhadap jaringan prostat yang diambil pasca pembedahan maupun pada otopsi menunjukkan adanya kanker prostat pada 15-60% pria berusia antara 60-90 tahun dan insidennya meningkat dengan bertambahnya usia. Kebanyakan kanker prostat tidak menimbulkan gejala karena penyebarannya sangat lambat.

Kelenjar prostat 

Sumber : www.nytimes.com

Penyebab kanker prostat tidak diketahui, meskipun beberapa penelitian telah menunjukkan adanya hubungan kanker prostat dengan diet tinggi lemak dan peningkatan kadar hormon testosteron.

Kanker prostat merupakan penyebab kematian akibat kanker no 3 pada pria dan merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada pria diatas 74 tahun.
Kanker prostat jarang ditemukan pada pria berusia kurang dari 40 tahun.

Pria yang memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker prostat adalah pria kulit hitam yang berusia diatas 60 tahun, petani, pelukis dan pada pria yang terpapar kadmium. Angka kejadian terendah ditemukan pada pria Jepang dan vegetarian

Kanker prostat dapat dikelompokkan menjadi:

  • Stadium I : benjolan/tumor tidak dapat diraba pada pemeriksaan fisik, biasanya ditemukan secara tidak sengaja setelah pembedahan prostat karena penyakit lain.
  • Stadium II : tumor terbatas pada prostat dan biasanya ditemukan pada pemeriksaan fisik atau tes PSA.
  • Stadium III : tumor telah menyebar ke luar dari kapsul prostat, tetapi belum sampai menyebar ke kelenjar getah bening.
  • Stadium IV : kanker telah menyebar (metastase) ke kelenjar getah bening regional maupun bagian tubuh lainnya (misalnya tulang dan paru-paru).
  •  

     

    Biasanya kanker prostat berkembang secara perlahan dan tidak menimbulkan gejala sampai kanker telah mencapai stadium lanjut.

    Kadang gejalanya menyerupai BPH, yaitu berupa kesulitan dalam berkemih dan sering berkemih. Gejala tersebut timbul karena kanker menyebabkan penyumbatan parsial pada saluran kemih (uretra). Kanker prostat bisa menyebabkan terjadinya penahanan air kemih mendadak. Selain itu kanker prostat juga dapat menyebabkan air kemih berwarna merah (karena mengandung darah).

    Pada beberapa kasus, kanker prostat baru terdiagnosis setelah menyebar ke tulang (terutama tulang panggul, iga dan tulang belakang) atau ke ginjal (menyebabkan gagal ginjal). Kanker yang telah menyebar ke tulang menimbulkan rasa nyeri dan menyebabkan tulang menjadi rapuh sehingga mudah mengalami fraktur (patah tulang). Setelah kanker menyebar, biasanya penderita akan mengalami anemia. Kanker prostat juga bisa menyebar ke otak dan menyebabkan kejang serta gejala mental atau neurologis lainnya. 

    Gejala lainnya adalah:

  • Segera setelah berkemih, biasanya air kemih masih menetes-netes
  • Nyeri ketika berkemih
  • Nyeri ketika ejakulasi
  • Nyeri punggung bagian bawah
  • Nyeri ketika buang air besar
  • Nokturia (berkemih pada malam hari)
  • Inkontinensia uri (beser)
  • Nyeri tulang atau tulang nyeri jika ditekan
  • Hematuria (darah dalam air kemih)
  • Nyeri perut
  • Penurunan berat badan
  •  

    Pemeriksaan dini untuk mendeteksi kanker prostat adalah dengan melakukan pemeriksaan colok dubur dan pemeriksaan darah. Colok dubur pada penderita kanker prostat akan menunjukkan adanya benjolan keras yang bentuknya tidak beraturan. Pada pemeriksaan darah dilakukan pengukuran kadar antigen prostat spesifik (PSA), yang biasanya meningkat pada penderita kanker prostat, tetapi juga bisa meningkat (tidak terlalu tinggi) pada penderita BPH.

    Jika pada pemeriksaan colok dubur ditemukan benjolan, maka dapat dilakukan pemeriksaan USG. Penyebaran kanker ke tulang dapat diperiksa dengan melakukan rontgen atau skening tulang. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan:

  • Analisa air kemih
  • Sitologi air kemih atau cairan prostat
  • Biopsi prostat
  • Pengobatan yang tepat untuk kanker prostat masih diperdebatkan. Pilihan pengobatan bervariasi, tergantung kepada stadiumnya:

  • Pada stadium awal dapat dilakukan prostatektomi (pengangkatan prostat) dan terapi penyinaran
  • Jika kanker telah menyebar, dapat dilakukan manipulasi hormonal (mengurangi kadar testosteron melalui obat-obatan maupun pengangkatan testis) atau kemoterapi
  • Pembedahan

    • Prostatektomi radikal (pengangkatan kelenjar prostat). 
      Seringkali dilakukan pada kanker stadium I dan II. Pembedahan dapat dilakukan dibawah pembiusan total maupun spinal. Sebuah sayatan dibuat di perut maupun daerah perineum dan penderita harus menjalani perawatan rumah sakit selama 5-7 hari. Komplikasi yang mungkin terjadi adalah impotensi dan inkontinensia uri. Pada penderita yang kehidupan seksualnya masih aktif, bisa dilakukan potency-sparing radical prostatectomy
    • Orchiectomy(pengangkatan testis, pengebirian). Pengangkatan kedua testis menyebabkan berkurangnya kadar testosteron. Orkiektomi adalah pengobatan yang efektif, tidak memerlukan pengobatan ulang, lebih murah dibandingkan dengan obat-obatan dan sesudah menjalani orkiektomi penderita tidak perlu menjalani perawatan rumah sakit. Tetapi prosedur ini menimbulkan efek fisik dan psikis yang tidak dapat ditolerir oleh penderita.

    Terapi penyinaran 
    Terapi penyinaran terutama digunakan untuk mengobati kanker stadium I, II dan III.
    Biasanya jika resiko pembedahan terlalu tinggi, maka dilakukan terapi penyinaran. 

    Terapi penyinaran terhadap kelenjar prostat bisa dilakukan melalui beberapa cara:

    1. Terapi penyinaran eksterna, dilakukan di rumah sakit tanpa perlu menjalani rawat inap. Efek samping yang dapat terjadi berupa penurunan nafsu makan, kelelahan, reaksi kulit (misalnya kemerahan dan iritasi), cedera atau luka bakar pada rektum, diare, sistitis (infeksi kandung kemih) dan hematuria. Terapi penyinaran eksterna biasanya dilakukan sebanyak 5 kali/minggu selama 6-8 minggu. 
    2. Pencangkokan butiran yodium, emas atau iridium radioaktif langsung pada jaringan prostat melalui sayatan kecil. Keuntungan dari bentuk terapi penyinaran ini adalah bahwa radiasi langsung diarahkan kepada prostat dengan kerusakan jaringan di sekitarnya yang lebih sedikit.

    Obat-obatan

  • Manipulasi hormonal
    Tujuannya adalah mengurangi kadar testosteron. Penurunan kadar testosteron seringkali sangat efektif dalam mencegah pertumbuhan dan penyebaran kanker. 
    Manipulasi hormonal terutama digunakan untuk meringankan gejala tanpa menyembuhkan kankernya, yaitu misalnya pada penderita yang kankernya telah menyebar. 
    Obat sintetis yang fungsinya menyerupai LHRH (luteinizing hormone releasing hormone), semakin banyak digunakan untuk mengobati kanker prostat stadium lanjut. Contohnya adalah Leuprolide atau Goserelin. Obat ini menekan perangsangan testis terhadap pembentukan testosteron (hal seperti ini disebutpengebirian kimiawi karena memiliki hasil yang sama dengan pengangkatan testis). Obat diberikan dalam bentuk suntikan, biasanya setiap 3 bulan sekali. Obat lainnya yang digunakan untuk terapi hormonal adalah zat penghambat androgen (misalnya Flutamide). 
    Efek samping dari terapi hormon dapat berupa rasa panas, osteoporosis, seperti tidak berenergi, berkurangnya massa otot, menurunnya libido, berkurangnya rambut tubuh, disfungsi ereksi, dan pembesaran payudara (gynecomastia). Bentuk terapi hormon yang lama adalah dengan mengangkat kedua testis (orchiectomy bilateral). Efekorchiectomy terhadap kadar testosteron sama dengan efek yang dihasilkan oleh obat-obat terapi hormon (seperti buserelin atau goserelin). Tetapi efek samping pada fisik dan psikis akibat orchiectomy atau terapi hormon lainnya membuat terapi ini sulit untuk diterima untuk sebagian penderita.
  • Kemoterapi 
    Kemoterapi seringkali digunakan untuk mengatasi gejala kanker prostat yang resisten terhadap pengobatan hormonal. Biasanya diberikan obat tunggal atau kombinasi beberapa obat untuk menghancurkan sel-sel kanker. 
    Berbagai obat yang mungkin digunakan untuk mengobati kanker prostat antara lain:  
    Mitoxantrone 
    Prednison 
    Paclitaxel 
    - Dosetaxel 
    - Estramustin 
    - Adriamycin 
    Efek samping yang muncul dapat bervariasi, tergantung dari obat yang diberikan.
  • Pemantauan
    Apapun jenis pengobatan yang dijalani, perkembangan penyakit akan dipantau secara ketat, dengan cara:

  • Pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar PSA (biasanya setiap 3 bulan - 1 tahun)
  • CT scan tulang atau Bone Scan untuk mengetahui penyebaran kanker
  • Pemeriksaan darah lengkap untuk memantau tanda-tanda dan gejala anemia
  • Pemantauan tanda dan gejala lainnya yang menunjukkan perkembangan penyakit (misalnya kelelahan, penurunan berat badan, nyeri yang semakin hebat, penurunan fungsi usus dan kandung kemih serta kelemahan)
  • Anda dapat mengurangi risiko kanker prostat dengan berbagai cara, antara lain :

    1. Pilih makanan sehat penuh dengan buah-buahan dan sayuran. Hindari makanan tinggi lemak. Buah-buahan dan sayuran mengandung banyak vitamin dan gizi yang dapat memberikan kontribusi untuk kesehatan Anda. Salah satu gizi yang secara konsisten dikaitkan dengan pencegahan kanker prostat adalah lycopene, yang dapat ditemukan dalam tomat mentah atau dimasak. Apakah Anda dapat mencegah kanker prostat melalui diet ini masih harus dibuktikan. Tetapi diet yang sehat dengan berbagai buah-buahan dan sayuran dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. 
    2. Olah raga secara teratur. Olah raga dapat meningkatkan kesehatan tubuh secara menyeluruh dan membantu mempertahankan berat badan. Ada beberapa bukti bahwa orang-orang yang olah raga secara teratur memiliki insiden terjadinya kanker prostat yang lebih rendah jika dibandingkan dengan laki-laki yang kurang atau tidak berolahraga.
    3. Jaga berat badan yang ideal. Jika berat badan Anda saat ini sudah ideal, pertahankanlah dengan berolahraga secara rutin. Jika Anda perlu menurunkan berat badan, tambahkan lebih banyak latihan atau olahraga, dan kurangi jumlah kalori yang anda makan setiap hari. Mintalah dokter Anda untuk membantu membuat rencana untuk mencapai berat badan yang ideal.

    - Z, Kevin C. G, Gagan. Prostate Cancer. 2010. Medicine Net.

    - A, Gerald L. Prostate Cancer. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.

    - S, David A. Prostate Cancer. Merck Manual. 2012.