Penyakit
23-02-2018

Kanker Saluran Telur

Kanker Saluran Telur adalah tumor ganas pada saluran telur (tuba falopii), yaitu saluran yang menghubungkan indung telur (ovarium) dengan rahim (uterus).

Penyebab terjadinya kanker saluran telur belum diketahui. Kanker dapat berasal dari berbagai jenis sel pada saluran telur. Faktor risiko yang diketahui adalah adanya gen abnormal yang diturunkan. Gen BRCA diduga dapat menyebabkan kanker pada saluran telur. Gen BRCA diperkirakan berperan dalam terjadinya sekitar 15% dari kanker saluran telur, dan juga berhubungan dengan terjadinya kanker payudara dan kanker ovarium. 

Gejala kanker saluran telur dapat berupa rasa tidak enak pada perut, kembung, dan nyeri pada daerah panggul atau perut. Beberapa penderita dapat mengalami keluarnya sekret yang cair atau berdarah dari vagina. Jika kanker telah mencapai stadium lanjut, maka rongga perut dapat dipenuhi oleh cairan dan penderita dapat merasakan adanya tumor besar pada panggul.

Kanker saluran telur jarang dapat didiagnosa secara dini. Adakalanya, kanker saluran telur dapat terdiagnosa dini ketika dilakukan pemeriksaan panggul rutin atau pemeriksaan radiologi untuk alasan lain. Biasanya kanker saluran telur baru terdiagnosa saat mencapai stadium lanjut karena telah memberikan gejala yang jelas berupa adanya massa besar di daerah panggul atau adanya ascites hebat.

Dugaan adanya kanker saluran telur dibuat berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan CT scan dilakukan jika ada dugaan terjadinya kanker saluran telur. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kemungkinan adanya kanker, maka pembedahan perlu dilakukan untuk memastikan diagnosa, menentukan sejauh mana kanker menyebar, dan mengangkat jaringan kanker sebanyak mungkin yang dapat dilakukan.

Penanganan kanker saluran telur hampir selalu berupa pembedahan untuk mengangkat rahim, indung telur (ovarium), saluran telur, dan juga jaringan di sekitarnya. Untuk kanker yang telah menyebar ke bagian lain tubuh, pembedahan untuk mengangkat jaringan kanker sebanyak mungkin yang dapat dilakukan dapat memperbaiki prognosis penyakit. Kemoterapi biasanya diperlukan setelah pembedahan. Selain itu, bisa juga digunakan terapi radiasi.

- G, David M. R, Pedro T. Fallopian Tube Cancer. Merck Manual. 2008.

- Macmillan Cancer Support. Fallopian Tube Cancer. 2013.