Penyakit
23-02-2018

Hepatitis B

Hepatitis B adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV) yang dapat menyebabkan peradangan hati akut ataupun menahun. Pada sebagian kecil kasus peradangan hati ini dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. Hepatitis B (serum atau hepatitis dengan masa inkubasi panjang) cukup banyak diderita oleh pengidap virus HIV-positif. Pemeriksaan darah rutin dapat dilakukan untuk mengurangi kasus yang disebabkan oleh transfusi. Tingkat kekronikan pada penderita 10% pada orang dewasa, 50% pada anak berumur kurang dari 5 tahun dan 80-90% pada bayi.

Hepatitis B Virus (HBV) dapat menular melalui berbagi cara, antara lain transfusi darah, pada pasien hemodialisis, penggunaan jarum suntik yang bergantian oleh pencandu obat-obatan terlarang (merupakan penyebab terbesar), penularan vertikal dari ibu penderita hepatitis B ke anak yang dikandungnya, serta hubungan seksual dengan penderita Hepatitis B. 

Sebagian penderita hepatitis B tidak memiliki gejala dan mungkin tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi. Orang dewasa lebih umum mengalami gejala dibandingkan anak-anak. Gejala awal infeksi ini mirip dengan gejala pada penyakit flu.

Gejala yang sering terjadi pada hepatitis B :

-         hilang nafsu makan

-         letih

-         mual dan muntah

-         nyeri pada perut bagian kanan atas

-         kulit dan bagian putih pada mata berubah menjadi berwarna kuning (jaundice)

-         air seni berwarna pekat (seperti teh atau cola)

-         feces (tinja) menjadi berwarna pucat

Pada keadaan yang berat dimana hepatitis B telah menyebabkan kerusakan pada hati, penderita dapat mengalami :

-         pembengkakan pada perut dan kadang – kadang pada kaki

-         meningkatnya berat badan karena pembengkakan yang terjadi

-         warna kuning pada tubuh (jaundice) yang lebih menetap

-         hilang nafsu makan

-         muntah darah

-         perdarahan yang keluar saat buang air besar

-         bahkan pada kasus yang berat, penderita dapat mengalami penurunan kesadaran

Bila ternyata ditemukan hepatitis virus maka akan dilakukan tes darah untuk memastikan diagnosis dan jenis virus. Bila terjadi hepatitis kronis, maka dianjurkan untuk dilakukan biopsi.

Sumber : www.medscape.com

Tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi kesakitan dan mencegah komplikasi

Obat yang digunakan adalah anti virus untuk menghambat replikasi sel virus dan mengurangi aktifitasnya. Yang termasuk anti virus antara lain Tenofovir, Lamivudine, Adefovir, Entecavir, Telbivudine

Obat Interferon merupakan protein yang dihasilkan dari aktifitas antivirus, anti tumor dan obat imunomodulator. Contohnya adalah Peginterferon alfa 2a, Interferon alfa-2b, Peginterferon alfa-2b

Perlindungan terbaik adalah vaksin hepatitis B. Jangan berganti-ganti pasangan. Lakukan pemeriksaan darah untuk hepatitis B pada wanita hamil sehingga calon bayi dapat diberikan hepatitis B imunoglobulin dan vaksinasi 12 jam setelah lahir. Jangan mendonorkan darah bila mempunyai penyakit hepatitis B.