Penyakit
23-02-2018

Hepatitis C

Adalah penyakit yang diderita oleh 20% dari penderita hepatitis virus dan selebihnya pada kasus transfusi darah. Inkubasi selama 14-182 hari, rata-rata 42-49 hari. Penyakit yang disebabkan oleh virus C (Hepatitis C Virus – HCV) ini pun bisa menyerang organ hati yang kemudian menjadi kanker.

 

 

Penyakit hepatitis C beresiko besar untuk berkembang menjadi penyakit kronis, berujung pada sirosis hati dan kanker hati yang menyebabkan kematian. Sementara itu, belum ada vaksin untuk virus jenis hepatitis C ini, sehingga sulit dilakukan pencegahan.

Perkembangan penyakit hati

 Gambar Perkembangan Penyakit Dari Akut, Kronis, Fibrosis, Sirosis, Kanker

Sumber : www.hepatitisc.uw.edu

 

Hepatitis C virus (HCV). Ditularkan melalui hubungan intim. Kontak dengan darah yang terinfeksi HCV.

Gambar Penularan Hepatitis C

Sumber : http://medicastore.com

Penyakit ini bisa disebabkan melalui pemakaian jarum suntik. Seperti tindik, tato, penggunaan narkoba suntik, penggunaan peralatan medis yang tidak steril dan transfusi darah yang beresiko menularkan penyakit berbahaya ini. Selain itu penularan juga bisa melalui alat perawatan tubuh bersama seperti silet cukur, sikat gigi dan gunting kuku, Resiko terinfeksi Hepatitis C melalui hubungan seksual lebih tinggi pada orang yang mempunyai lebih dari satu pasangan.

Penularan Hepatitis C jarang terjadi dari ibu yang terinfeksi Hepatitis C ke bayi yang baru lahir atau anggota keluarga lainnya. Walaupun demikian, jika sang ibu juga penderita HIV positif, resiko menularkan Hepatitis C sangat lebih memungkinkan. Menyusui tidak menularkan Hepatitis C

 

Tidak ada gejala khusus yang ditimbulkan oleh hepatitis C sehingga penderita bisa bertahun-tahun terinfeksi tanpa menyadari bahwa dirinya mengidap VHC dan berpotensi menularkannya. Hal ini yang tidak disadari penderitanya sehingga pasien datang ke rumah sakit sudah dalam keadaan kronis dan sulit untuk disembuhkan.

Biasanya kalau sudah positif hepatitis C kronis, penderita mengalami :

  • Penurunan nafsu makan,berat badan turun drastis
  • Nyeri otot, 
  • Mual
  • Letih dan sakit kepala.

Jika sudah berkembang menjadi penyakit sirosis hati, bisa menyebabkan:

  • Tekanan darah tinggi pada vena yang mengalir ke hati,
  • Akumulasi cairan di perut,
  • Mudah memar atau berdarah,
  • Vena melebar, khususnya di lambung dan esofagus,
  • Sakit kuning (kulit menguning) akibat meningkatnya bilirubin dalam plasma darah
  • Kerusakan otak.

 

Virus hepatitis C berada dalam darah dan cairan tubuh, dapat dideteksi dengan pemeriksaan darah khusus, dimana di dalam darah ditemukan adanya HCV-RNA setelah 1-2 minggu terinfeksi virus jenis hepatitis C (VHC).

 

Terapi standar yang digunakan adalah kombinasi antara pegylated interferon alfa (PEG-IFN alfa) dan ribavirin.

Pasien kronis dengan HCV genotipe 1 memiliki respon yang lemah terhadap pengobatan sehingga diberikan terapi sampai 12 bulan, sedangkan pasien dengan HCV genotipe 2 dan 3 cukup diberikan terapi hanya 6 bukan saja.

Untuk pasien dengan infeksi akut HCV diberikan terapi selama 6 bulan.

Obat-obatan antivirus dapat membantu mempersingkat gejala klinis, mencegah komplikasi, mencegah terjadinya rekurensi/fase laten, menurunkan penyebaran. Obat-obatan tersebut antara lain Ribavirin, Boceprevir, Telaprevir

Pemberian interferon dapat membantu juga, seperti Interferon alfa-2b, Interferon alfacon-1, Peginterferon alfa-2b, Pegylated interferon alfa-2a

 

Obat hepatitis C

Gambar Obat Anti Virus Ribavirin

Sumber : www.elcorreodelsol.com

 

Tidak ada vaksin untuk hepatitis C. Cara untuk mencegah adalah dengan mengurangi resiko paparan dengan virus yaitu dengan mencegah perilaku berbagi jarum atau alat-alat pribadi seperti sikat gigi, alat cukur dan gunting kuku dengan orang yang terinfeksi.

 

  • http://www.functionsoftheliver.com/
  • http://www.hep.org.au/what-is-hepatitis-c/
  • https://www.harthosp.org/Portals/1/Images/83/Dr.Singh Hepatitis Cinthe Renal Failure Patient.pdf