Penyakit
23-02-2018

Gangguan Kepribadian

Gangguan kepribadian merupakan suatu pola pikir, pemahaman, reaksi, dan interaksi yang berbeda dari aturan-aturan seharusnya yang relatif tetap dan dimulai sejak awal kehidupan. Pola ini menyebabkan tekanan yang besar pada diri seseorang dan mengganggu kemampuan seseorang dalam bersosialisasi, karena penderita mengalami gangguan dalam memahami dan berinteraksi dengan situasi, orang lain, termasuk diri sendiri.

Setiap orang memiliki karakteristik dalam memahami dan berinteraksi dengan orang lain serta berbagai peristiwa yang menekan, misalnya sebagian orang merespon suatu masalah dengan mencari bantuan orang lain, sebagian lainnya berusaha mengatasi masalah seorang diri, ada yang berusaha mengurangi masalah yang ada, tetapi ada juga yang membesar-besarkan masalah yang ada. Jika karakteristik perilaku seseorang tidak efektif atau memiliki akibat yang tidak baik, maka orang yang sehat secara mental kemungkinan akan mencari pendekatan yang lain. Sebaliknya, orang-orang dengan gangguan kepribadian tidak akan mengubah cara mereka dalam merespon sesuatu, meskipun respon mereka tidak benar dan memberi akibat yang tidak baik.

Gangguan kepribadian terutama meliputi gangguan-gangguan pada :

  • Identitas diri. Orang-orang dengan gangguan kepribadian kurang memiliki gambaran yang jelas dan tetap akan dirinya. Oleh karena itu, cara mereka melihat diri mereka berubah sesuai dengan situasi dan orang-orang disekitarnya. Misalnya, mereka bisa berpikir bahwa dirinya baik atau jahat secara bergantian. Atau mereka juga bisa tidak memiliki nilai dan tujuan yang tetap.
  • Hubungan dengan orang lain. Orang-orang dengan gangguan kepribadian biasanya tidak mampu membangun hubungan dekat yang lama dengan orang lain.

Penderita biasanya tidak menyadari bahwa tingkah laku atau pola pikir mereka tidak pantas; atau lebih parah lagi, mereka seringkali meyakini bahwa pola pikir mereka normal dan benar. Anggota keluarga atau pihak sosial seringkali membawa mereka ke psikiater karena tingkah laku mereka yang tak pantas dan menyebabkan kesulitan pada orang lain.

Sebagian besar orang dengan gangguan kepribadian merasa tertekan dengan hidupnya dan memiliki gangguan dalam berhubungan di lingkungan kerja atau lingkungan sosial. Banyak orang yang juga mengalami gangguan mood, gangguan kecemasan, somatisasi, penyalahgunaan zat-zat terlarang, atau gangguan makan.

Gangguan kepribadian terjadi akibat interaksi faktor genetik dan lingkungan. Sebagian orang lahir dengan kecenderungan genetik untuk mengalami gangguan kepribadian, dan tendensi ini kemudian bisa ditekan atau malah diperkuat oleh faktor lingkungan, misalnya lingkungan tempat seseorang tumbuh, peristiwa-peristiwa hidup yang terjadi, serta hubungan dengan anggota keluarga dan orang lain. Faktor lingkungan juga meliputi pola pengasuhan dari orang tua, apakah penuh cinta atau kekerasan. Umumnya faktor genetik dan lingkungan memiliki kontribusi yang hampir sama dalam terjadinya gangguan kepribadian.

Gejala-gejala umum gangguan kepribadian meliputi :

  • mood yang sering berubah-ubah
  • sering bertengkar dalam hubungan
  • isolasi sosial
  • suka meledak marah
  • curiga dan tidak percaya pada orang lain
  • sulit untuk berteman
  • tidak dapat mengendalikan diri
  • penyalahgunaan alkohol atau zat-zat terlarang

Berbagai pemeriksaan medis dan psikologis perlu dilakukan untuk memastikan adanya gangguan kepribadian. Pemeriksaan ini bisa menyingkirkan kemungkinan penyebab lain yang bisa menyebabkan munculnya gejala. Selain itu dengan dilakukannya pemeriksaan, maka bisa memastikan diagnosa dan memeriksa apakah ada komplikasi lain yang berhubungan.

Pemeriksaan yang biasanya dilakukan berupa :

  • Pemeriksaan fisik, antara lain pengukuran tinggi dan berat badan, memeriksa tanda-tanda vital (seperti detak jantung, tekanan darah, dan suhu tubuh), pemeriksaan jantung, paru dan perut.
  • Pemeriksaan laboratorium, meliputi pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan untuk alkohol dan obat-obat terlarang, dan juga fungsi tiroid.
  • Evaluasi psikologis, antara lain untuk mengetahui bagaimana pola pemikiran, perasaan, relasi, dan perilaku seseorang, gejala-gejala apa yang muncul, kapan mulai terjadi, seberapa berat gangguan yang ada, apakah mengganggu kehidupan sehari-hari, dan apakah pernah mengalami gangguan yang sama sebelumnya.

Beberapa terapi yang bisa dilakukan untuk gangguan kepribadian berupa : psikoterapi, obat-obatan, dan rawat inap. Keberhasilan terapi tergantung dari partisipasi aktif penderita.

Psikoterapi

Psikoterapi merupakan cara utama mengatasi gangguan kepribadian. Beberapa jenis psikoterapi yang bisa dilakukan :

  • Terapi kognitif dan perilaku. Terapi ini membantu penderita mengidentifikasi kepercayaan dan perilaku negatif yang tidak sehat dan menggantinya dengan hal-hal yang positif
  • Terapi perilaku dialektikal. Terapi ini mengajarkan kemampuan perilaku untuk membantu mengatasi stress, mengendalikan emosi, dan memperbaiki hubungan dengan orang lain.
  • Psikoterapi psikodinamik. Terapi ini difokuskan pada bagaimana meningkatkan kesadaran akan pikiran dan perilaku bawah sadar, membangun pemahaman pada motivasi diri, dan mengatasi konflik yang ada sehingga didapatkan kehidupan yang lebih bahagia.
  • Psikoedukasi. Terapi ini mengajari penderita (kadang keluarga dan teman) tentang gangguan yang dialami, termasuk strategi pengobatan yang dilakukan.

Obat-obatan

Tidak ada obat yang spesifik digunakan untuk mengatasi gangguan ini. Namun, beberapa jenis obat psikiatri bisa membantu mengatasi berbagai gejala gangguan kepribadian, misalnya depresi atau cemas.

Rawat Inap

Pada beberapa kasus, gangguan kepribadian bisa sangat berat sehingga membutuhkan perawatan psikiatrik di rumah sakit. Rawat inap dianjurkan hanya jika penderita tidak mampu untuk merawat diri dengan baik atau jika penderita berbahaya karena dapat mencederai diri sendiri atau orang lain.

Tidak ada cara pasti yang dapat mencegah terjadinya gangguan kepribadian. Untuk itu, perlu dilakukan identifikasi pada orang-orang yang berisiko, misalnya anak-anak yang tinggal di keluarga yang penuh kekerasan. Selain itu, intervensi dini perlu dilakukan untuk menolong penderita. Kepatuhan dalam berobat bisa mencegah memburuknya gejala-gejala gangguan kepribadian yang ada.

- G, John G. K, Lois C. Personality Disorders. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.

- Mayo Clinic. Personality Disorders. 2010.