Penyakit
23-02-2018

Gangguan Kepribadian Skizoid

Gangguan kepribadian skizoid (schizoid personality disorder) merupakan kondisi yang jarang terjadi, dimana penderita menghindari aktivitas sosial dan menjauhi interaksi dengan orang lain. Gangguan ini lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita.

Penderita gangguan skizoid berisifat tertutup, mengucilkan diri dan suka menyendiri. Penderita kurang memiliki keinginan atau kemampuan untuk membina hubungan yang akrab dengan orang lain. Mereka tertarik pada pemikiran dan perasaan mereka sendiri dan takut berhubungan secara intim dan dekat dengan orang lain.

Mereka sedikit bicara, sering melamun, dan tidak humoris. Karena penderita cenderung untuk tidak menunjukkan emosinya, maka mereka tampak seperti tidak peduli akan apa yang terjadi di sekitarnya. Meskipun mereka tampak mengucilkan diri, tetapi mereka sebenarnya bisa merasa kesepian. Atau mereka bisa juga merasa lebih nyaman berada seorang diri.

Penyebab pasti terjadinya gangguan kepribadian skizoid belum diketahui, meskipun tampaknya kombinasi faktor genetik dan lingkungan (terutama pengalaman masa kecil) berperan dalam terjadinya gangguan ini. Beberapa tenaga kesehatan jiwa menduga bahwa masa kecil yang suram, tanpa kehangatan, berkontribusi untuk terjadinya gangguan ini. Risiko gangguan kepribadian skizoid lebih besar pada keluarga dengan skizofrenia. Hal ini menunjukkan bahwa faktor genetik yang berperan untuk terjadinya gangguan kepribadian skizoid bisa diturunkan.

Orang-orang dengan gangguan kepribadian skizoid adalah penyendiri. Penderita cenderung untuk :

  • lebih suka berada seorang diri dan biasanya memilih melakukan aktivitas yang soliter
  • sangat menjunjung kemandirian dan hanya memiliki sedikit teman dekat
  • merasa bingung bagaimana merespon interaksi sosial yang normal dan umumnya hanya sedikit berbicara
  • merasa tidak mampu mengalami kesenangan. Penderita hanya bisa menikmati kesenangan dari sedikit aktivitas.
  • menjadi orang yang membosankan atau dingin
  • tidak termotivasi pada sekolah atau pekerjaan, sehingga cenderung memiliki prestasi yang kurang baik
  • tidak mengharapkan atau menikmati hubungan yang dekat, bahkan dengan anggota keluarga
  • merasa tidak peduli akan pujian ataupun kritik

Gangguan kepribadian mulai muncul selambat-lambatnya pada awal masa dewasa. Tendensi ini kadang sudah bisa terlihat saat masa kanak-kanak. Gangguan kepribadian skizoid menyebabkan penderita kesulitan dalam bekerja, bersosialisasi, atau melakukan aktivitas lain dalam hidup. Penderita lebih dapat bekerja dengan baik jika dilakukan seorang diri.

Seseorang dengan gangguan kepribadian skizoid biasanya tidak mengetahui bagaimana cara berteman atau merasa terlalu cemas saat berada bersama orang lain, sehingga penderita menyerah. Banyak penderita yang tidak pernah menikah atau melanjutkan hidup bersama orang tuanya sebagai orang dewasa.

Diagnosa gangguan kepribadian skizoid biasanya didasarkan pada wawancara mendalam tentang gejala-gejala dan juga riwayat medis yang ada. Pemeriksaan fisik bisa dilakukan untuk menyingkirkan keadaan-keadaan yang bisa menyebabkan atau berkontribusi untuk timbulnya gejala.

Penderita gangguan kepribadian skizoid lebih suka berada seorang diri dan menghindari interaksi dengan orang lain, termasuk dokter. Penderita mungkin baru setuju untuk memulai pengobatan hanya setelah mendapat desakan dari anggota keluarga yang peduli padanya. Pilihan terapi yang dapat diberikan antara lain :

  • Obat-obatan. Meskipun tidak ada obat spesifik yang bisa digunakan untuk mengobati gangguan kepribadian skizoid, tetapi obat-obat tertentu bisa membantu mengatasi gejala, misalnya jika penderita mengalami gejala kecemasan atau depresi.
  • Psikoterapi. Terapi ini bisa membantu penderita untuk mengubah keyakinan dan perilaku yang bermasalah, sehingga bisa lebih membuka diri. 
  • Terapi kelompok. Terapi ini bisa memberikan dukungan dan meningkatkan motivasi untuk melakukan hubungan sosial.

Tidak ada cara yang diketahui dapat mencegah terjadinya gangguan kepribadian skizoid.

- G, Joseph. Schizoid Personality Disorder. Web MD. 2012.

- Mayo Clinic. Schizoid Personality Disorder. 2013.