Penyakit
23-02-2018

Gangguan Kepribadian Histrionik

Orang-orang dengan gangguan kepribadian histrionik ingin mencari perhatian dengan berperilaku mencolok dan dramatis. Sikap ekspresif yang mereka lakukan seringkali tampak dibuat-buat, kekanakan, dan bertujuan untuk mendapatkan rasa simpati atau perhatian (seringkali secara erotis atau seksual) dari orang lain.

Penderita gangguan ini cenderung bertingkah provokatif secara seksual atau menjadikan hubungan nonseksual menjadi seksual. Mereka mungkin sebenarnya tidak ingin melakukan hubungan seksual; tetapi tingkah laku mereka yang menggoda sering menutupi keinginan untuk terlindungi.

Beberapa penderita juga bersedih tanpa alasan dan membesar-besarkan masalah fisik mereka untuk mendapatkan perhatian yang mereka butuhkan.

Penyebab pasti gangguan kepribadian histrionik belum diketahui. Faktor genetik dan peristiwa-peristiwa masa kecil tampaknya berperan dalam terjadinya gangguan ini. Anak-anak dengan orang tua yang mengalami gangguan kepribadian histrionik bisa meniru perilaku ini. Selain itu, kurangnya kritik atau hukuman saat masa kanak-kanak dan perhatian yang tak disangka-sangka oleh orang tua bisa membuat kebingungan pada anak mengenai perilaku seperti apa yang boleh atau baik untuk dilakukan.

Gangguan kepribadian histrionik biasanya mulai terjadi pada akhir masa remaja atau awal usia 20 tahunan.

Pada banyak kasus, orang-orang dengan gangguan kepribadian histrionik memiliki kemampuan untuk bersosialisasi yang baik. Namun, mereka cenderung menggunakan kemampuan ini untuk memanipulasi orang lain sehingga mereka bisa menjadi pusat perhatian.

Gejala-gejala gangguan kepribadian histrionik yang bisa ditemukan :

  • merasa tidak nyaman, kecuali ia menjadi pusat perhatian
  • berpakaian provokatif atau menunjukkan perilaku yang menggoda dan tidak pantas
  • emosi berubah dengan cepat
  • bertingkah laku sangat dramatis
  • terlalu memperhatikan penampilan fisik
  • mudah ditipu dan dipengaruhi oleh orang lain
  • sangat sensitif pada kritik atau penolakan
  • tidak berpikir dahulu sebelum bertindak
  • membuat keputusan yang gegabah
  • memiliki toleransi yang rendah pada rasa frustasi dan mudah bosan oleh aktivitas rutin, seringkali penderita memulai sesuatu tanpa menyelesaikannya
  • memiliki kesulitan dalam menjaga hubungan dengan orang lain, seringkali tampak palsu atau berpura-pura
  • orientasi pada diri sendiri dan jarang menunjukkan kepedulian untuk orang lain
  • mengancam atau mencoba bunuh diri untuk mendapatkan perhatian

Gangguan kepribadian histrionik bisa didiagnosa dengan melihat perilaku, penampilan secara keseluruhan, evaluasi psikologis, dan riwayat penderita. Pemeriksaan fisik bisa dilakukan untuk menyingkirkan keadaan-keadaan lain yang bisa menyebabkan atau berkontribusi untuk timbulnya gejala.

Umumnya orang-orang dengan gangguan kepribadian histrionik tidak percaya bahwa mereka membutuhkan pengobatan. Tetapi penderita bisa mencari bantuan jika mengalami depresi, mungkin berhubungan dengan kegagalan dalam hubungan atau masalah lain yang disebabkan oleh tindakan yang mereka lakukan dan membuat mereka tertekan.

Umumnya psikoterapi (sejenis konseling psikologis) merupakan terapi pilihan untuk gangguan kepribadian histrionik. Tujuan terapi adalah membantu penderita menemukan ketakutan yang berhubungan dengan pikiran dan perilakunya, dan membantu penderita belajar untuk berhubungan dengan orang lain dengan cara yang lebih baik.

Pengobatan terkadang bisa diberikan sebagai terapi tambahan untuk gejala-gejala lain yang juga muncul, seperti depresi dan kecemasan.

Meskipun pencegahan gangguan kepribadian histrionik mungkin tidak dapat dilakukan, tetapi terapi bisa membuat orang-orang yang rentan untuk mengalami gangguan ini belajar untuk menghadapi berbagai situasi dengan cara yang lebih baik.

- G, Joseph. Mental Health and Histrionic Personality Disorder. Web MD. 2012.

- R, Timothy. Histrionic Personality Disorder. Medline Plus. 2012.