Penyakit
23-02-2018

Gangguan Kepribadian Antisosial

Gangguan kepribadian antisosial merupakan jenis kondisi mental kronis dimana penderita memiliki cara pikir, memahami situasi, dan berhubungan dengan orang lain secara destruktif atau merusak. Orang-orang dengan gangguan kepribadian antisosial biasanya tidak menghargai benar atau salah, dan seringkali mengabaikan hak, harapan, dan perasaan orang lain.

Orang-orang dengan gangguan kepribadian antisosial cenderung menimbulkan kebencian, memanipulasi atau memperlakukan orang lain secara kasar atau tanpa perasaan. Mereka seringkali melanggar hukum, mendapat masalah, tetapi tidak menunjukkan rasa bersalah atau penyesalan. Mereka bisa berbohong, berperilaku kasar atau impulsif, dan memiliki masalah dengan penyalahgunaan alkohol dan pemakaian obat-obat terlarang. Karakteristik ini membuat orang-orang dengan gangguan kepribadian antisosial tidak mampu memenuhi tanggung jawabnya di sekolah, pekerjaan, atau keluarga.

Penyebab gangguan kepribadian antisosial belum diketahui. Kepribadian merupakan kombinasi dari pikiran, emosi, dan perilaku yang membuat setiap orang unik. Kepribadian terbentuk saat masa kanak-kanak dari interaksi faktor-faktor berikut :

  • Genetik. Ada tendensi yang diturunkan oleh orang tua ke anaknya yang menjadi bagian dari kepribadian seseorang.
  • Lingkungan, antara lain meliputi berbagai peristiwa yang terjadi, pola asuh yang diterima (apakah penuh kasih atau kekerasan), dan hubungan dengan anggota keluarga serta orang lain.

Faktor genetik dan lingkungan dipercaya memiliki peranan dalam terjadinya gangguan kepribadian antisosial. Orang-orang yang memiliki orang tua alkoholik atau antisosial lebih berisiko untuk terkena gangguan ni. Pria lebih banyak terkena dibandingkan wanita.

Perilaku suka bermain api dan melakukan kekejaman pada binatang saat masih kanak-kanak berhubungan dengan perkembangan kepribadian antisosial.

Tanda dan gejala gangguan kepribadian antisosial bisa berupa :

  • suka berbohong atau menipu untuk memanfaatkan orang lain
  • tidak peduli mana yang benar atau salah
  • menggunakan daya tarik atau akal untuk memanipulasi orang lain demi kepentingan pribadi
  • sangat egosentrik dan merasa superior
  • berulang kali melakukan pelanggaran hukum
  • berulang kali melanggar hak-hak orang lain dengan melakukan intimidasi atau kebohongan
  • kurang memiliki empati pada orang lain 
  • melakukan perilaku berbahaya atau berisiko baik untuk diri sendiri maupun orang lain
  • hubungan yang buruk atau kasar
  • perilaku kerja yang tidak bertanggungjawab
  • sikap permusuhan, sangat sensitif, mudah marah, impulsif, arogan, suka melakukan kekerasan
  • tidak bisa belajar dampak negatif dari perilakunya
  • memiliki masalah dengan pemakaian zat-zat terlarang
  • sering berbohong, mencuri, dan berkelahi
  • tidak menunjukkan rasa bersalah atau penyesalan atas perbuatannya

Gejala-gejala gangguan kepribadian antisosial bisa mulai muncul saat masa kanak-kanak dan pada sebagian besar orang menjadi sangat jelas saat usia 20-30an. Tanda-tanda awal gangguan ini pada anak-anak bisa berupa kekejaman pada binatang, perilaku bullying, impulsif, suka meledak marah, menyendiri, dan prestasi sekolah yang buruk.

Berbagai pemeriksaan fisik, laboratoris, dan psikologis perlu dilakukan untuk menentukan diagnosa. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk membantu menyingkirkan kemungkinan penyebab lainnya dan untuk memeriksa apakah terdapat komplikasi yang berhubungan dengan gangguan tersebut. Pemeriksaan laboratorium juga perlu dilakukan untuk mendukung pemeriksaan fisik dan untuk memeriksa bagaimana kandungan alkohol dan obat-obat terlarang di dalam tubuh penderita. Pemeriksaan psikologis dilakukan untuk menggali bagaimana pemikiran, perasaan, pola perilaku, riwayat dalam keluarga, dan hubungan penderita dengan orang lain.

Gangguan kepribadian antisosial merupakan salah satu gangguan kepribadian yang paling sulit untuk diatasi. Orang-orang dengan gangguan ini jarang sekali mencari sendiri pengobatan untuk dirinya. Mereka biasanya hanya memulai terapi jika diminta oleh pengadilan.

Terapi perilaku mungkin adalah cara yang paling menjanjikan, misalnya dengan memberikan penghargaan untuk perilaku baik yang dilakukan dan memberi hukuman untuk setiap perilaku yang tidak baik.

Orang-orang dengan gangguan kepribadian antisosial yang memiliki gangguan lain, seperti gangguan mood atau penggunaan zat-zat terlarang, seringkali juga diberikan penanganan untuk masalah-masalah tersebut.

Tidak ada cara yang pasti untuk mencegah terjadinya gangguan kepribadian antisosial pada orang-orang yang berisiko. Cara yang mungkin bisa membantu adalah mencoba mengidentifikasi orang-orang yang sangat berisiko untuk terjadi gangguan ini, misalnya anak-anak yang ditelantarkan atau mengalami kekerasan dalam keluarga. Intervensi dini mungkin bisa membantu mencegah terjadinya gangguan ini.

Karena perilaku antisosial ini diperkirakan berasal dari masa kanak-kanak, maka orang tua dan guru diharapkan bisa mendeteksi tanda-tanda peringatan awal akan gangguan ini, misalnya :

  • bullying
  • memiliki konflik dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan tokoh penting lain
  • mencuri
  • kekejaman atau kekerasan pada orang lain dan binatang
  • suka bermain api atau menyulut kebakaran, dan melakukan perusakan
  • menggunakan senjata
  • melakukan penyerangan seksual
  • sering berbohong
  • gangguan perilaku di sekolah dan performa akademis yang buruk
  • terlibat dalam geng
  • kabur dari rumah

Pendisiplinan, pengajaran bagaimana berperilaku, terapi keluarga, dan psikoterapi bisa membantu mengurangi kemungkinan anak yang berisiko berkembang menjadi orang dewasa dengan gangguan kepribadian antisosial.

- M, David B. Antisocial Personality Disorder. Medline Plus. 2012.

- Mayo Clinic. Antisocial Personality Disorder. 2013.