Penyakit
23-02-2018

Gangguan Kepribadian Ambang (Borderline)

Gangguan kepribadian ambang (borderline) merupakan gangguan kesehatan mental yang menyebabkan adanya mood yang berubah-ubah, emosi yang tidak stabil, perilaku impulsif, dan masalah harga diri yang berat. Penderita memiliki citra diri yang sangat menyimpang dan merasa tidak berharga. Gangguan ini bisa membuat orang lain menjauh, meskipun penderita mungkin ingin memiliki hubungan cinta yang langgeng.

Seperti gangguan mental lainnya, penyebab gangguan kepribadian ambang belum sepenuhnya dimengerti. Para ahli berpendapat bahwa gangguan ini terjadi akibat kombinasi berbagai faktor :

  • Genetik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gangguan kepribadian mungkin diturunkan atau sangat berhubungan dengan gangguan mental lainnya pada anggota keluarga.
  • Lingkungan. Banyak orang dengan gangguan kepribadian ambang memiliki riwayat masa kecil yang penuh kekerasan, ditelantarkan, atau terpisah dari orang yang dicintai.
  • Gangguan pada otak. Beberapa penelitian menunjukkan adanya perubahan pada daerah-daerah tertentu di otak yang mempengaruhi pengaturan emosi, tindakan impulsif dan agresi. Sebagai tambahan, zat-zat kimia tertentu pada otak yang membantu mengatur mood mungkin tidak berfungsi dengan baik.

Gangguan kepribadian ambang (borderline) menyangkut bagaimana penderita melihat dan merasa akan dirinya sendiri, bagaimana ia berhubungan dengan orang lain, dan bagaimana ia berperilaku.

Tanda dan gejala gangguan kepribadian ambang bisa berupa :

  • Perilaku impulsif dan berisiko, seperti mengemudi ugal-ugalan, seks yang tidak aman, berjudi, atau memakai obat-obat terlarang
  • Perubahan mood yang luas
  • Episode-episode singkat kecemasan atau depresi berat
  • Kesulitan mengendalikan emosi atau impuls
  • Mencoba bunuh diri
  • Takut berada seorang diri
  • Merasa benci pada diri sendiri
  • Merasa tidak dimengerti, diabaikan, seorang diri, kesepian, kosong, atau putus asa
  • Perilaku antagonis dan kemarahan yang tidak sesuai, terkadang menjadi perkelahian fisik

Seseorang dengan gangguan kepribadian ambang seringkali merasa tidak aman akan dirinya. Seringkali terjadi perubahan citra diri atau identitas diri yang cepat. Penderita mungkin melihat dirinya sebagai orang yang jahat, dan terkadang merasa bahwa dirinya tidak ada. Citra diri yang tidak stabil seringkali menyebabkan penderita sering pindah kerja, pertemanan, dan mengubah tujuan hidup.

Hubungan penderita biasanya kacau. Pada suatu saat mungkin penderita mengidealkan seseorang tetapi kemudian tiba-tiba berubah menjadi kebencian dan kemarahan hanya karena kesalahpahaman kecil. Hal ini terjadi karena orang-orang dengan gangguan kepribadian ambang seringkali sulit menerima daerah abu-abu, semuanya tampak hitam atau putih.

Diagnosa gangguan kepribadian ambang biasanya ditegakkan pada orang dewasa, bukan pada anak-anak atau remaja, karena tanda dan gejala gangguan kepribadian ambang bisa hilang dengan bertambah besarnya anak dan menjadi lebih dewasa.

Gangguan kepribadian ambang bisa sulit untuk diobati. Gejala-gejala seringkali muncul kembali. Banyak orang dengan gangguan ini memiliki masalah dalam berhubungan dengan dokter atau konselornya.

Terapi yang diberikan antara lain berupa :

  • Konseling. Penting untuk menemukan seorang koselor yang bisa menjalin hubungan yang baik dengan penderita, karena penderita sesaat bisa melihat konselornya sebagai orang yang baik dan sesaat kemudian sebagai orang yang kejam, terutama saat penderita diminta untuk mencoba mengubah perilaku mereka.
  • Melatih kebiasaan yang sehat, misalnya cukup tidur, makan makanan yang sehat, olahraga teratur, dan menghindari alkohol serta obat-obat terlarang. Kebiasaan ini bisa membantu mengurangi stress dan kecemasan.

Belum ada cara yang diketahui dapat mencegah terjadinya gangguan kepribadian ambang (borderline).

- Healthwise. Borderline Personality Disorder. Web MD. 2012.

- Mayo Clinic. Borderline Personality Disorder. 2012.