Penyakit
16-09-2019

Gangguan Irama Jantung (Aritmia)

Irama jantung dikatakan abnormal (aritmia) jika detak jantung menjadi tidak teratur, terlalu cepat, terlalu lambat, atau jika impuls listrik jantung berjalan mengikuti jalur yang abnormal.

Sumber gambar: www.mountelizabeth.com.sg

Penyebab

Beberapa penyebab gangguan irama jantung yang sering terjadi :

  1. Kadar kalium atau zat lain yang abnormal
  2. Serangan jantung, atau kerusakan otot jantung akibat serangan jantung sebelumnya
  3. Kelainan jantung yang telah ada sejak lahir (kongenital)
  4. Gagal jantung atau pembesaran jantung
  5. Hipertiroidisme atau hipotiroidisme
  6. Pemakaian obat atau bahan tertentu, misalnya :
    • Alkohol, kafein, atau stimulan lain seperti amfetamin
    • Merokok (nikotin)
    • Obat jantung tertentu, misalnya obat golongan beta blocker
    • Obat-obat yang mirip dengan aktivitas sistem saraf
    • Obat depresi atau psikosis

Gejala

Aritmia bisa bersifat hilang timbul atau terus terjadi sepanjang waktu. Gejala-gejala mungkin tidak dirasakan saat aritmia terjadi. Atau, gejala mungkin hanya dirasakan saat seseorang sedang beraktivitas.

Gejala-gejala yang bisa terjadi saat aritmia muncul antara lain berupa :

  1. Nyeri dada
  2. Pingsan
  3. Pusing atau seperti melayang
  4. Pucat
  5. Sesak napas
  6. Berkeringat
  7. Terasa adanya debaran di dada
  8. Detak jantung bisa cepat (takikardi) atau lambat (bradikardi)

Beberapa jenis aritmia juga bisa meningkatkan risiko terjadinya berbagai komplikasi, seperti stroke dan gagal jantung.

Diagnosis

Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain :

  1. Elektrokardiografi (EKG), untuk melihat aktivitas listrik jantung.
  2. Monitor holter (EKG portable).
  3. Ekokardiografi. Pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara untuk melihat apakah terdapat kelainan anatomi jantung.

EKG

Sumber gambar : medlineplus.gov

Holter

Sumber gambar : www.mayoclinic.org

Pengobatan

Gangguan irama jantung (aritmia) bisa memerlukan atau tidak memerlukan penanganan. Biasanya penanganan hanya perlu diberikan jika aritmia menimbulkan gejala-gejala yang signifikan atau memiliki risiko terjadinya komplikasi atau aritmia yang lebih berat.

Penanganan yang bisa dilakukan antara lain :

  1. Pemasangan alat pacu jantung, bisa dilakukan untuk memicu detak jantung yang terlalu lambat.
  2. Vagal maneuver, hanya dilakukan pada aritmia jenis tertentu. Cara ini seringkali bisa memperlambat detak jantung.
  3. Kardioversi atau defibrilasi, yaitu dengan cara memberikan kejutan listrik untuk mengembalikan irama jantung kembali ke irama yang teratur.

Defibrilator

Sumber : www.irishtimes.com

Pencegahan

Melakukan cara-cara pencegahan terhadap penyakit arteri koroner bisa mengurangi risiko terjadinya aritmia. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain :

  1. Tidak merokok, atau berhenti merokok
  2. Mengendalikan kadar kolesterol, tekanan darah yang tinggi, dan kadar gula darah (pada diabetes), misalnya dengan cara menjaga asupan makan, olahraga, dan menggunakan obat-obatan sesuai petunjuk dokter
  3. Olahraga minimal 30 menit setiap hari
  4. Menjaga berat badan ideal
  5. Belajar cara menangani stress, misalnya dengan meditasi atau yoga
  6. Batasi asupan alkohol

Referensi:

- D, David C. Arrhytmias. Medline Plus. 2012.

- D, David C. Heart Disease - Risk Factors. Medline Plus. 2012.

- M, L. Brent. Overview of Abnormal Heart Rhytms. Merck Manual Handbook. 2013.

- Mayo Clinic. Heart Arrhytmia. 2013.