Penyakit
18-09-2019

Flutter Atrium

Flutter atrium terjadi jika terdapat gangguan konduksi listrik jantung sehingga atrium (serambi jantung) berdenyut sangat cepat sampai sekitar 250-300 kali/menit.

Penyebab

Pada beberapa orang, penyebab flutter atrium tidak diketahui. Namun, pada sebagian lainnya, flutter atrium bisa terjadi akibat adanya:

  1. Gangguan jantung
  2. Penyakit lain di tubuh yang bisa mempengaruhi jantung, seperti peningkatan hormon tiroid dan penyakit paru obstruktif kronis
  3. Konsumsi zat-zat tertentu, seperti alkohol dan stimulan (kokain, kafein, atau amfetamin)

Gejala

Beberapa orang dengan flutter atrium tidak memiliki gejala. Namun, sebagian lainnya bisa merasakan gejala-gejala seperti :

  1. Detak jantung yang cepat atau sensasi berdebar di dada
  2. Perasaan seperti bergetar di dada
  3. Sesak napas
  4. Gelisah
  5. Lemah

Diagnosis

Diagnosis didasarkan pada gejala-gejala yang ada dan dipastikan dengan pemeriksaan elektrokardiografi (EKG). Pemeriksaan lain, seperti ekokardiografi, juga bisa dilakukan untuk melihat apakah ada gangguan lain yang menyertai.

Sumber : www.practicalclinicalskills.com

Pengobatan

Setelah flutter atrium dikonfirmasi, dokter akan merekomendasikan kardioversi atau ablasi, dan/atau obat seperti beta bloker, calcium channel blocker, dan obat anti-aritmia lainnya. 

Tujuan penanganan flutter atrium adalah untuk:

  1. Mengendalikan kecepatan detak jantung
  2. Mengembalikan irama jantung yang normal
  3. Mencegah terjadinya stroke

 

Referensi:

- B, James. Atrial Flutter. Web MD. 2013.

- M, L. Brent. Atrial Fibrillation. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.