Penyakit
26-09-2019

Sindrom Wolff-Parkinson-White

Sindrom Wolff-Parkinson-White (sindrom WPW) merupakan suatu gangguan di mana terdapat hubungan listrik jantung tambahan antara serambi dan bilik jantung yang telah ada sejak lahir. Orang-orang dengan sindrom WPW bisa memiliki denyut jantung yang sangat cepat.

Penyebab

Normalnya, aktivitas listrik di dalam jantung berjalan melalui jalur khusus yang membuat jantung berdetak secara teratur. Namun, pada orang-orang dengan sindrom Wolff-Parkinson-White, beberapa sinyal listrik pada jantung berjalan melalui jalur tambahan, sehingga menyebabkan detak jantung yang sangat cepat.

Gejala

Pada kasus yang sangat jarang, sindrom ini bisa menimbulkan detak jantung yang sangat cepat dan membahayakan nyawa. Detak jantung yang sangat cepat membuat kerja jantung menjadi sangat tidak efisien dan bersifat fatal jika tidak segera ditangani.

Bayi yang mengalami gangguan irama jantung akibat sindroma ini bisa mengalami sesak napas, menjadi letargis, sulit makan, memiliki detak jantung yang cepat dan terlihat di dada, serta bisa terjadi gagal jantung.

Pada remaja atau orang-orang yang berusia awal 20 tahunan, gangguan irama jantung yang terjadi akibat sindroma ini biasanya menimbulkan serangan berupa rasa berdebar-debar yang muncul secara tiba-tiba, seringkali saat berolahraga. Pada sebagian besar orang, detak jantung yang sangat cepat ini terasa tidak mengenakkan. Beberapa orang bahkan bisa menjadi pingsan.

Pada orang-orang yang lebih tua, serangan cenderung menimbulkan gejala-gejala yang lebih banyak, misalnya sesak napas, nyeri dada, dan pingsan.

Diagnosis

Diagnosis sindrom Wolff-Parkinson-White bisa dipastkan dengan melakukan pemeriksaan elektrokardiografi (EKG).

Pengobatan

Serangan takikardi supraventrikular paroksismal yang terjadi akibat sindroma Wolff-Parkinson-White seringkali bisa dihentikan oleh beberapa cara yang menstimulasi nervus vagus dan memperlambat denyut jantung, antara lain berupa :

  1. Manuver Valsava, yaitu dengan cara menahan napas dan mengedan, seperti saat kesulitan untuk buang air besar.
  2. Batuk sambil duduk dengan posisi membungkuk

Cara-cara ini paling efektif jika dilakukan segera setelah terjadi gangguan irama jantung (aritmia). Jika cara-cara ini tidak efektif, maka bisa diberikan obat-obat tertentu untuk menghentikan aritmia. Namun, jika denyut jantung masih belum kembali normal setelah pemberian obat, maka bisa dilakukan kardioversi (mengembalikan denyut jantung dengan memberikan kejutan listrik).

Penanganan jangka panjang sindrom WPW bisa berupa ablasi jantung, yaitu tindakan untuk menghancurkan daerah kecil pada jantung yang menyebabkan detak jantung menjadi cepat. Tindakan ini berhasil pada lebih dari 95% penderita. Risiko kematian saat melakukan ablasi kurang dari 1:1000.

 

Referensi:

- D, David C. Wolff-Parkinson-White (WPW) Syndrome. Medline Plus. 2012.

- M, L. Brentt. Wolff-Parkinson-White (WPW) Syndrome. Merck Manual Handbook. 2012.