Penyakit
23-02-2018

Gangguan Orgasme

Gangguan orgasme adalah lambatnya atau tidak tercapainya klimaks seks (orgasme) walaupun rangsangan seksual cukup lama dan kuat.

Faktor situasi dan psikologi dapat berperan dalam terjadinya gangguan orgasme, antara lain :

  • Hubungan seksual yang terhenti sebelum wanita cukup terangsang
  • Tidak cukup pemanasan (foreplay)
  • Kurangnya pemahaman akan bagaimana fungsi organ genitalia masing-masing ataupun pasangannya
  • Komunikasi yang buruk diantara pasangan mengenai hubungan seksual
  • Masalah dalam hubungan dengan pasangan, misalnya konflik tertentu dan kurangnya kepercayaan
  • Kecemasan akan performa seksual
  • Ketakutan menjadi tidak berdaya atau ditinggal oleh pasangannya
  • Pengalaman traumatik secara fisik atau emosional, misalnya riwayat pelecehan seksual
  • Gangguan psikologis, misalnya depresi

Gangguan fisik juga dapat berkontribusi untuk terjadinya gangguan orgasme, misalnya kerusakan saraf (akibat diabetes, cedera medula spinalis, atau multipel sklerosis), serta kelainan organ genitalia. Selain itu, obat-obat tertentu, juga bisa menghambat terjadinya orgasme.

Wanita dengan gangguan orgasme tidak mampu mencapai orgasme dengan cara apapun, bahkan ketika mereka saat sangat terangsang. Namun, orgasme biasanya tidak tercapai karena wanita tidak cukup terangsang. Kondisi ini bukan termasuk gangguan orgasme. Ketidakmampuan untuk mencapai orgasme dianggap sebagai gangguan hanya jika menyebabkan stress dan mengganggu fungsi seksual. Melakukan hubungan seksual tanpa orgasme terkadang bisa menyebabkan frustasi, bahkan adakalanya ketidaksukaan untuk melakukan aktivitas seksual.

Diagnosa didasarkan pada penjelasan tentang gangguan yang ada. Untuk mengenali penyebab, perlu diketahui bagaimana pengalaman seks dan riwayat kesehatan selama ini, termasuk penggunaan obat-obatan, dan pemeriksaan fisik.

Berbagai teknik dapat dilakukan untuk meningkatkan kepuasan, misalnya teknik relaksasi dan latihan untuk memfokuskan sensasi, yaitu dengan saling memberi sentuhan pada pasangannya dengan cara yang menyenangkan. Pasangan dapat mencoba menggunakan stimulus yang berbeda-beda.

Edukasi tentang fungsi seksual juga dapat membantu. Psikoterapi juga dapat membantu wanita mengidentifikasi dan mengatasi ketakutan akan lepas kendali atau takut mempercayai pasangannya. Psikoterapi terutama sangat berguna untuk wanita yang pernah mendapatkan pelecehan seksual atau memiliki gangguan psikologis.

Jika penyebabnya adalah obat-obatan, maka obat tersebut jika mungkin dihentikan atau diganti.

- B, Rosemary. Orgasmic Disorder. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.