Penyakit
23-02-2018

Anak Pemarah (Temper Tantrum)

Temper tantrum adalah munculnya ledakan emosi atau kemarahan yang disertai dengan adanya perilaku yang tidak menyenangkan serta mengganggu secara tiba-tiba, tanpa direncanakan.

Temper tantrum seringkali terjadi sebagai respon terhadap keinginan atau harapan yang tidak terpenuhi dan lebih cenderung terjadi pada anak-anak yang masih kecil atau siapa saja yang tidak dapat mengungkapkan kebutuhannya atau mengendalikan emosi saat merasa kecewa.

Temper tantrum paling sering terjadi pada anak-anak berusia 1-4 tahun, dan biasanya jarang terjadi setelah usia 5 tahun. Jika tantrum sering terjadi setelah anak berusia 5 tahun, maka keadaan ini bisa menetap selama masa kanak-kanak.

Penyebab terjadinya temper tantrum pada anak biasanya adalah rasa kecewa, lelah, atau lapar. Anak-anak bisa menjadi temper tantrum untuk mencari perhatian, untuk mendapatkan sesuatu, atau untuk menghindari melakukan sesuatu.

Penyebab temper tantrum seringkali merupakan kombinasi dari kepribadian anak, lingkungan sekitar, dan pola perkembangan perilaku yang normal. Ada faktor-faktor yang bisa membuat beberapa anak lebih cenderung mengalami temper tantrum ketimbang anak yang lain :

  • usia anak
  • seberapa lelah anak tersebut
  • tingkat stress pada anak
  • apakah anak memiliki gangguan fisik, mental, atau emosional lainnya

Perilaku orang tua juga berperan penting dalam terjadinya temper tantrum pada anak. Seorang anak akan cenderung menjadi temper tantrum jika reaksi orang tua terlalu berlebihan dalam memenuhi keinginan anak atau perilaku anak yang buruk.

Gangguan fisik, mental, atau sosial jarang menyebabkan terjadinya temper tantrum pada anak dan lebih mungkin jika tantrum berlangsung lebih dari 15 menit atau jika tantrum terjadi beberapa kali setiap hari.

Temper tantrum biasanya berlangsung selama 30 detik hingga 2 menit, dan terjadi paling hebat saat awal dimulainya. Anak-anak bisa menangis, berteriak, menyentak-nyentakkan tangan dan kaki, berguling-guling di lantai, melempar barang-barang, memukul, atau menendang. Beberapa anak bisa dengan sengaja menahan nafas selama beberapa detik dan kemudian bernafas normal kembali.

Sumber : www.ravenfoundation.org

Diagnosa terutama didasarkan pada gejala-gejala yang ada.

Anak-anak perlu dibantu sehingga bisa menghadapi kemarahan dan rasa kecewanya. Tindakan ini seringkali merupakan cara yang baik untuk mengatasi temper tantrum pada anak. Perhatikan apa saja yang membuat anak mulai menjadi temper tantrum. Dengan mengetahui apa saja yang menjadi pemicunya, maka orang tua bisa bertindak sebelum emosi anak meningkat hingga tak terkendali.

Gunakan teknik time-out pada anak temper tantrum yang berusia di atas 2 tahun. Teknik ini mengeluarkan anak dari situasi yang dihadapinya dan memberikan waktu untuk anak menenangkan diri. Teknik time out juga mengajarkan pada anak bahwa temper tantrum adalah perilaku yang tidak dapat diterima. Teknik ini paling baik diterapkan pada anak-anak yang bisa mengerti mengapa cara tersebut digunakan.

Teknik Time Out

Teknik ini bisa diterapkan saat anak melakukan perilaku yang tidak benar, sehingga anak mengerti bahwa tindakan tersebut menyebabkan dirinya mendapatkan time-out. Anak sebaiknya diberikan peringatan terlebih dahulu sebelum teknik tersebut dilakukan.

Jika anak tetap tidak mendengarkan dan tetap berperilaku yang tidak benar maka :

  • orang tua perlu menjelaskan pada anak bahwa tindakan yang dilakukan olehnya adalah tidak benar
  • anak kemudian diperintahkan atau dibawa untuk duduk pada kursi time-out selama waktu tertentu (sesuai usia anak, satu menit setiap tahun, dan maksimal 5 menit)

Sumber : www.globalpost.com

  • jika anak bangun dari kursi sebelum waktu yang ditentukan, maka anak harus dikembalikan duduk di kursi tersebut dan waktu time-out dihitung lagi dari awal
  • hindari bicara dan kontak mata dengan anak
  • jika sudah saatnya anak boleh bangun, maka orang tua atau pengasuh perlu berbicara pada anak mengenai alasan mengapa time-out dilakukan tanpa memarahi anak.

Orang tua dan pengasuh juga harus mengidentifikasi perilaku baik yang dilakukan oleh anak dan memuji anak atas perilaku baiknya itu.

Mungkin tidak ada cara yang mudah untuk mencegah terjadinya temper tantrum pada anak, tetapi ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mendorong perilaku baik pada anak, misalnya :

  • Jadilah konsisten. Buat rutinitas sehari-hari, sehingga anak mengetahui apa yang diharapkan dan perlu ia lakukan, misalnya waktu tidur siang dan waktu tidur malam.
  • Membuat rencana lebih dulu. Jika akan menunggu antrian, berikan mainan kecil atau makanan ringan untuk menyibukkan anak. Jika hendak memberikan tugas untuk anak, pastikan anak sedang tidak lapar atau lelah.
  • Dorong anak untuk menggunakan kata-kata. Anak kecil mengerti lebih banyak kata dibandingkan apa yang mampu mereka utarakan. Jika anak belum dapat berbicara, atau belum berbicara dengan jelas, maka anak bisa diajari bahasa isyarat untuk kata-kata tertentu, misalnya "saya mau minum" atau "saya lelah". Semakin mudah anak berkomunikasi, maka temper tantrum pada anak akan menjadi semakin berkurang. Untuk anak-anak yang lebih besar, ajari anak untuk mengutarakan perasaannya melalui kata-kata.
  • Biarkan anak membuat keputusan. Anak diberikan kesempatan untuk membuat keputusan, misalnya untuk memilih buah apa yang hendak ia makan atau baju apa yang hendak ia pakai. Tindakan ini akan memberikan rasa pengendalian dalam diri anak.
  • Berikan pujian untuk perilaku anak yang baik. Jika anak berperilaku baik, berikan pelukan dan pujian untuknya.
  • Gunakan pengalihan untuk mengubah fokus anak. Jika anak tampak merasa kecewa, cobalah untuk mengalihkan perhatian anak, misalnya dengan melakukan suatu kegiatan yang baru atau memindahkan anak ke tempat lain.
  • Hindari situasi yang dapat memicu terjadinya tantrum.

- K, Neil K. Temper Tantrums. Medline Plus. 2011.

- Mayo Clinic. Temper Tantrums. 2012.

- S, Stephen B. Temper Tantrums. Merck Manual Home Health Handbook. 2009.

- Web MD. Temper Tantrums. 2010.