Penyakit
23-02-2018

Kolitis Mikroskopik

Kolitis mikroskopik merupakan peradangan pada usus besar (kolon) yang menyebabkan terjadinya diare cair menetap. Sesuai dengan namanya, gangguan ini bisa diidentifikasi dengan melakukan pemeriksaan jaringan secara mikroskopik.

Ada 2 jenis kolitis mikroskopik, yaitu :

  • Kolitis kolagenosa, dimana terbentuk lapisan protein yang tebal (kolagen) di jaringan usus besar
  • Kolitis limfositik, dimana terdapat peningkatan sel-sel darah putih jenis tertentu (limfosit) di jaringan usus besar

Belum diketahui apakah kolitis kolagenosa dan kolitis limfositik merupakan 2 gangguan yang berbeda atau merupakan 2 kondisi yang menggambarkan fase berbeda dari gangguan yang sama. Namun, gejala-gejala keduanya mirip, demikian juga penanganannya.

Penyebab terjadinya peradangan usus besar pada kolitis mikroskopik belum diketahui secara jelas. Ada beberapa hal yang diduga menjadi penyebabnya, yaitu :

  • Obat-obatan yang bisa mengiritasi permukaan usus besar
  • Bakteri yang menghasilkan toksin dan mengiritasi permukaan usus besar
  • Virus yang memicu terjadinya peradangan
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh, dimana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh yang sehat (autoimun).

Ada beberapa faktor risiko terjadinya kolitis mikroskopik :

  • Usia dan jenis kelamin. Kolitis mikroskopik paling sering terjadi pada orang-orang yang berusia 50-70 tahun, serta lebih banyak pada wanita dibandingkan dengan pria.
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh. Orang-orang dengan kolitis mikroskopik terkadang juga memiliki penyakit autoimun, misalnya artritis reumatoid.
  • Merokok. Penelitian terbaru menunjukan adanya hubungan antara merokok dan kolitis mikroskopik, terutama pada orang-orang yang berusia 16-44 tahun.
  • Pemakaian obat-obat tertentu. Beberapa penelitian menunjukan bahwa pemakaian obat-obat tertentu bisa meningkatkan risiko terjadinya kolitis mikroskopik, tetapi belum semuanya setuju. Selain itu, belum diketahui mengapa beberapa orang yang menggunakan obat-obat ini bisa mengalami kolitis mikroskopik, sedangkan yang lainnya tidak. Beberapa obat yang mungkin berhubungan dengan terjadinya kolitis mikroskopik antara lain : 

Beberapa tanda dan gejala kolitis mikroskopik antara lain :

  • Diare cair kronis
  • Nyeri atau kram perut
  • Penurunan berat badan
  • Mual
  • Tidak mampu mengendalikan buang air besar (inkontinensia fekal)

Pemeriksaan yang dilakukan antara lain :

  • Mengetahui riwayat medis dan melakukan pemeriksaan fisik, untuk menentukan apakah terdapat kondisi tertentu yang mungkin berperan dalam terjadinya diare, misalnya adanya penyakit autoimun atau baru mengkonsumsi obat tertentu.
  • Pemeriksaan penunjang, seperti :
    • Analisa contoh tinja, untuk membantu menyingkirkan penyebab lain yang mungkin, misalnya infeksi.
    • Pemeriksaan darah atau pemeriksaan endoskopi saluran cerna bagian atas dengan biopsi, untuk menyingkirkan adanya penyakit celiac.
    • Kolonoskopi atau sigmoidoskopi dengan biopsi, untuk membantu menyingkirkan adanya gangguan usus lainnya. Pada kolitis mikroskopik, usus besar akan tampak normal pada pemeriksaan kolonoskopi atau sigmoidoskopi. Biopsi perlu dilakukan untuk melihat tanda-tanda adanya kolitis mikroskopik.

Kolitis mikroskopik bisa membaik dengan sendirinya tanpa terapi. Terapi, jika gejala menetap atau menjadi berat, maka perlu dilakukan penanganan untuk mengatasinya. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain :

  • Perubahan pola makan dan obat-obatan, misalnya :
    • Makan makanan rendah lemak dan rendah serat, untuk membantu mengatasi diare
    • Menghentikan pemakaian obat, yang mungkin menjadi penyebab timbulnya gejala. Obat bisa diganti untuk mengatasi kondisi yang mendasari.
  • Pemberian obat-obatan bisa dilakukan jika gejala menetap, misalnya obat untuk mengatasi diare dan peradangan pada usus besar.
  • Pembedahan, bisa dilakukan jika terdapat gejala-gejala kolitis mikroskopik yang berat dan tidak berhasil diatasi dengan obat-obatan. Pembedahan dilakukan untuk mengangkat sebagian atau seluruh usus besar yang terganggu. Namun, tindakan ini jarang dilakukan pada kolitis mikroskopik.

Sumber : www.mirror.co.uk

- Mayo Clinic. Microscopic Colitis. 2013.