Penyakit
23-02-2018

Perawakan Pendek

Perawakan pendek adalah tinggi badan di bawah normal untuk anak seusianya (berdasarkan grafik standar untuk umur dan tinggi badan).

Kebanyakan remaja memiliki perawakan yang pendek karena keturunan (keluarga) yang pendek, atau bisa juga karena percepatan pertumbuhannya terlambat. Namun, beberapa remaja memiliki perawakan yang pendek akibat adanya penyakit kronis, kelainan genetik, atau kelainan endokrin tertentu, misalnya kelainan tulang dan penyakit kronis yang mengenai jantung, paru-paru, ginjal, atau usus halus.

Kelenjar hipofisa mengatur jumlah hormon pertumbuhan yang dihasilkan. Jika kelenjar hipofisa tidak menghasilkan hormon pertumbuhan yang cukup, maka bisa menyebabkan kelainan pertumbuhan yang lambat, perawakan tubuh pendek dengan proporsi tubuh yang normal (disebut hipopituitarisme).

Penderita memiliki tinggi badan di bawah normal untuk anak seusianya.

Diagnosa bisa didasarkan pada grafik standar untuk umur dan tinggi badan.

Adanya hipopituitarisme yang disebabkan oleh tumor bisa diatasi melalui pembedahan. Sedangkan hipopituitarisme yang terjadi karena penyebab lainnya bisa diatasi dengan pemberian hormon pertumbuhan.

Hormon pertumbuhan juga bisa digunakan untuk menambah tinggi badan anak-anak yang memiliki perawakan yang pendek tetapi kelenjar hipofisa berfungsi dengan normal. Namun, tindakan ini masih bersifat kontroversial. Hormon hipofisa hanya efektif jika diberikan sebelum lempeng pertumbuhan pada tulang panjang menutup. Foto rontgen sinar-x bisa membantu menentukan apakah lempeng pertumbuhan telah menutup atau belum.

- L, Sharon. Short Stature. Merck Manual Home Health Handbook. 2009.