Penyakit
23-02-2018

Tiroiditis Pasca Melahirkan

Tiroiditis pasca melahirkan merupakan peradangan pada kelenjar tiroid yang terjadi setelah melahirkan. 

Penyebab tiroiditis pasca melahirkan diperkirakan merupakan penyakit autoimun. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya tiroiditis pasca melahirkan antara lain :

  • Adanya antibodi anti-tiroid sebelum hamil
  • Diabetes tipe I
  • Riwayat gangguan fungsi tiroid sebelumnya
  • Riwayat keluarga akan adanya gangguan fungsi tiroid

Ketika tiroid menjadi meradang, maka tiroid pertama-tama akan menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah besar ke dalam aliran darah. Pada fase ini, kebanyakan wanita tidak menyadari akan adanya gejala, yang seringkali hanya bersifat ringan dan sebentar. Setelah fase ini, wanita tersebut dapat pulih kembali atau mengalami kerusakan pada kelenjar tiroid. Jika kelenjar tiroid mengalami kerusakan, maka dapat menyebabkan terjadinya hipotiroidisme. Kondisi ini juga dapat membaik atau dapat juga menyebabkan terjadinya hipotiroidisme permanen sehingga membutuhkan terapi hormon pengganti.

Gejala-gejala yang dapat terjadi :

  • Gejala hipertiroidisme : merasa hangat, gemetar, kelemahan otot, cemas, detak jantung menjadi cepat, sulit berkonsentrasi, penurunan berat badan
  • Gejala hipotiroidisme : merasa lelah, konstipasi, hilang ingatan, tidak tahan terhadap udara dingin, kram otot, merasa lemah, peningkatan berat badan

Prosedur diagnostik yang digunakan untuk mendeteksi tiroiditis pasca melahirkan tergantung dari fase penyakit. Pemeriksaan darah untuk mengukur kadar hormon tiroid biasanya dapat ditentukan saat ibu mengalami hipertiroidisme atau hipotiroidisme.

Kebanyakan wanita dengan tiroiditis pasca melahirkan tidak membutuhkan terapi. Terapi tergantung dari fase penyakit dan tingkat keparahan gejala yang dialami. Wanita yang hipertiroidisme hebat biasanya diberikan pengobatan untuk mengatasi gejala-gejala yang ada, seperti untuk melambatkan detak jantung dan mengurangi gejala lainnya. Wanita dengan gejala-gejala hipotiroidisme yang hebat diobati dengan terapi pengganti hormon tiroid.

Sangat penting untuk dilakukan monitoring, karena sekitar 80% wanita dengan gangguan ini akan memiliki fungsi tiroid yang normal kembali dalam waktu 12-18 bulan setelah onset gejala. Jika demikian, maka terapi dapat dihentikan dibawah supervisi dokter.

- Johns Hopkins Medicine. Postpartum Thyroiditis. www.hopkinsmedicine.org