Penyakit
21-11-2019

Stenosis Katup Mitral

Stenosis katup mitral merupakan penyempitan katup mitral pada saat membuka, sehingga menghambat aliran darah dari atrium kiri ke ventrikel kiri

Penyebab

Stenosis katup mitral hampir selalu disebabkan oleh demam rematik. Pada kasus yang jarang, stenosis katup mitral juga bisa merupakan suatu kelainan bawaan (kongenital). Bayi yang lahir dengan kelainan ini jarang bisa bertahan hidup sampai lebih dari 2 tahun, kecuali jika telah menjalani pembedahan.

Gejala

Stenosis katup mitral yang ringan biasanya tidak menimbulkan gejala. Pada akhirnya gangguan akan semakin memberat dan bisa timbul gejala-gejala seperti :

  1. Mudah lelah
  2. Sesak napas, bahkan bisa terjadi pada saat istirahat. 
  3. Berdebar-debar
  4. Warna merah keunguan seperti plum pada pipi akibat kadar oksigen yang rendah di dalam darah dan tekanan darah yang tinggi di paru-paru
  5. Batuk darah, jika tekanan yang tinggi menyebabkan pecahnya pembuluh darah di paru-paru.

Diagnosis

Diagnosis didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan ekokardiografi bisa dilakukan untuk memastikan diagnosis.

Penanganan

Penanganan yang diberikan antara lain berupa :

  1. Pembedahan, untuk memperbaiki atau mengganti katup yang menyempit dengan katup jantung buatan. 
  2. Valvotomi balon, yaitu berupa tindakan untuk meregangkan katup jantung menggunakan sebuah kateter dengan balon diujungnya. Kateter dimasukkan melalui pembuluh darah dan diarahkan ke jantung. Setelah sampai di katup mitral, balon dikembangkan untuk membuka daun katup.

Pencegahan

Stenosis katup mitral dapat dicegah hanya dengan mencegah terjadinya demam rematik, yaitu penyakit pada masa kanak-kanak yang kadang terjadi setelah strep throat (infeksi streptokokus pada tenggorokan) yang tidak diobati.

Referensi:

- A, Guy P. Mitral Stenosis. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.