Penyakit
23-02-2018

Hydrocele

Hydrocele adalah penumpukan cairan pada selaput yang melindungi testis.

Hydrocele bisa ada ketika lahir atau terjadi kemudian di dalam hidup. Hal ini paling sering terjadi setelah usia 40 tahun. Biasanya penyebabnya tidak diketahui. meskipun begitu, kadangkala bisa diakibatkan oleh adanya gangguan testicular (misal, luka, epididymitis, atau kanker).

Biasanya, hydrocele tidak menimbulkan gejala; hal ini ditemukan sebagai pembengkakan yang tidak menimbulkan rasa nyeri di sekitar testis.

Pemeriksaan didasarkan dari gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain :

  • Pemeriksaan transiluminasi. Karena cairan pada hydrocele biasanya jernih, maka dokter mungkin akan menyinari testis yang membesar dengan cahaya terang untuk melihat adanya cairan jernih di sekitar testis pada hydrocele.
  • Pemeriksaan darah dan air kemih, untuk membantu menentukan apakah penyebabnya merupakan infeksi atau peradangan.
  • Pemeriksaan ultrasonografi, yaitu dengan menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menghasilkan gambaran struktur tubuh bagian dalam. Pemeriksaan ini bisa digunakan untuk menyingkirkan kemungkinan adanya hernia, tumor testis, atau penyebab lainnya.

Kebanyakan hydrocele tidak membutuhkan pengobatan. Meskipun begitu, operasi pengangkatan kadangkala dilakukan untuk hydrocele yang tidak biasa besarnya.

Pada bayi, hydrocele biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 1 tahun. Tetapi jika hydrocele tidak juga menghilang setelah 1 tahun atau makin membesar maka perlu dilakukan prosedur pembedahan untuk diangkat.

Demikian juga hydrocele pada pria dewasa, biasanya akan hilang dalam waktu 6 bulan. Hydrocele perlu untuk diangkat jika makin membesar dan menimbulkan ketidak nyamanan atau perubahan bentuk.

Penanganan yang dilakukan meliputi :

  • Hydrocelectomy, yaitu pengangkatan hydrocele dengan menggunakan anestesi umum atau spinal, dimana dokter bedah akan melakukan irisan di bagian skrotum atau perut bagian bawah untuk mengeluarkan hydrocele. Setelah tindakan, seseorang mungkin perlu menggunakan tabung drainase serta pakaian yang longgar selama beberapa hari. Selain itu disarankan juga untuk menggunakan scrotal support selama beberapa waktu setelah operasi. Kompres dingin bisa diberikan untuk mengurangi pembengkakan. Resiko operasi yang bisa terjadi termasuk gumpalan darah, infeksi atau terjadi cedera pada daerah skrotum.
  • Aspirasi dengan jarum. Pilihan lain adalah dengan cara membuang cairan didalam skrotum dengan menggunakan jarum. Penyuntikan obat sklerosis setelah proses aspirasi bisa membantu mencegah terjadinya pengumpulan cairan kembali. Aspirasi dan penyuntikan bisa menjadi pilihan penanganan pada pria yang mempunyai faktor resiko sehingga prosedur operasi menjadi berbahaya. Resiko dari prosedur ini termasuk diantaranya adalah infeksi dan rasa nyeri di daerah skrotal.

Terkadang hydrocele bisa terjadi lagi setelah dilakukan penanganan.

- Mayoclinic. Hydrocele. 2011