Penyakit
23-02-2018

Gangguan Perilaku Menentang

Gangguan perilaku menentang (Oppositional Defiant Disorder-ODD) adalah pola tingkah laku berulang yang negatif, melawan, dan tidak taat.

Anak dengan gangguan perilaku menentang (oppositional defiant disorder) bersifat keras kepala, sulit diatur, dan tidak patuh, tanpa menjadi agresif secara fisik atau benar-benar mengganggu orang lain. Banyak anak yang belum sekolah dan anak awal masa remaja kadangkala menunjukkan tingkah laku yang melawan, tetapi gangguan perilaku menentang baru didiagnosis jika perilaku tersebut menetap selama 6 bulan atau lebih dan bersifat cukup serius hingga mengganggu fungsi sosial dan akademik anak. Seringkali, anak mengalami gangguan ini pada usia 8 tahun.

Penyebab gangguan perilaku menentang tidak diketahui secara jelas. Kombinasi faktor genetk dan lingkungan tampaknya berkontribusi dalam terjadinya gangguan ini, yaitu antara lain:

  1. Watak alami anak
  2. Keterbatasan atau hambatan perkembangan kemampuan anak untuk mengolah pikiran dan perasaan
  3. Kurangnya pengawasan
  4. Terlalu disiplin atau adanya aturan yang tidak konsisten
  5. Adanya kekerasan pada anak atau ditelantarkan
  6. Adanya ketidakseimbangan pada zat kimia tertentu di otak, misalnya serotonin

Perilaku yang khas pada anak-anak dengan gangguan perilaku menentang antara lain:

  • berdebat dengan orang dewasa
  • mudah dan seringkali hilang kesabaran
  • aktif menentang aturan atau perintah
  • dengan sengaja mengganggu orang lain
  • menyalahkan orang lain untuk kesalahan yang diperbuatnya
  • mudah kesal dan marah

Anak-anak ini tidak mengetahui perbedaan antara yang benar dan yang salah, serta merasa benar jika mereka melakukan sesuatu yang benar-benar salah.

Gangguan perilaku menentang (oppositional defiant disorder) didiagnosa jika memenuhi setidaknya empat kriteria dari Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM) yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association dan gangguan tersebut berlangsung sekurang-kurangnya enam bulan, yaitu berupa:

  1. Sering hilang kesabaran
  2. Sering berdebat atau membantah orang tua
  3. Seringkali secara aktif menentang atau menolak untuk memenuhi permintaan orang tua atau mengikuti aturan
  4. Seringkali dengan sengaja mengganggu orang lain
  5. Sering menyalahkan orang lain atas kesalahan atau kelakuan buruk yang dilakukannya
  6. Seringkali mudah tersinggung atau mudah kesal akibat orang lain
  7. Sering marah dan kesal
  8. Sering dengki atau dendam

Perilaku ini lebih sering ditemukan pada anak dibandingkan teman sebayanya.

Selain itu, diagnosis gangguan perilaku menentang (oppositional defiant disorder) juga harus meliputi:

  1. perilaku anak menimbulkan masalah yang signifikan di tempat kerja, sekolah atau rumah
  2. gangguan terjadi tersendiri, bukan sebagai bagian dari masalah kesehatan mental lainnya, seperti depresi atau gangguan bipolar
  3. tidak memenuhi kriteria diagnostik gangguan tingkah laku (conduct disorder) atau gangguan kepribadian antisosial jika orang yang terkena berusia lebih dari 18 tahun

Gangguan perilaku menentang (oppositional defiant disorder) paling baik diatasi dengan teknik pengendalian tingkah laku oleh orang tua atau guru, yang meliputi pendisiplinan anak secara konsisten dan mendukung perilaku yang diharapkan.

Dari waktu ke waktu, anak yang mengalami depresi seringkali salah didiagnosa dengan gangguan perilaku menentang. Kesalahan ini paling sering terjadi karena adanya iritabilitas pada anak sebagai gejala utama depresi, sehingga anak mudah menjadi marah. Oleh karena itu, anak-anak yang didiagnosa mengalami gangguan perilaku menentang harus dipantau dengan seksama apakah memiliki tanda-tanda depresi, misalnya sulit tidur atau tidak nafsu makan.

- G, Joseph. Oppositional Defiant Disorder. Web MD. 2012.

- J, Hugh F. Oppositional Defiant Disorder. Merck Manual Home Health Handbook. 2009.

- Mayo Clinic. Oppositional Defiant Disorder. 2012.