Penyakit
25-11-2019

Stenosis Katup Aorta

Stenosis katup aorta adalah penyempitan katup aorta pada saat membuka, yang menyebabkan meningkatnya tahanan aliran darah yang dipompa dari ventrikel kiri ke aorta.

Penyebab

Di Amerika Utara dan Eropa Barat, stenosis katup aorta merupakan penyakit yang terutama terjadi pada orang tua, yang disebabkan oleh pembentukan jaringan parut dan penimbunan kalsium pada daun katup. Pada kasus tersebut, stenosis katup aorta mulai terjadi setelah usia 60 tahun, tetapi jarang menimbulkan gejala sampai usia 70-80 tahun.

Selain itu, stenosis katup aorta juga bisa disebabkan oleh demam rematik pada masa kanak-kanak, kelainan bawaan, atau kelainan bentuk katup. 

Gejala

Orang-orang dengan stenosis katup aorta yang didapat sejak lahir mungkin tidak mengalami gejala sampai mencapai usia dewasa. Beberapa gejala yang bisa ditemukan antara lain :

  1. Nyeri dada (angina) saat berolahraga, dan akan menghilang setelah beberapa menit istirahat. Nyeri dada timbul karena otot jantung yang membesar tidak mendapatkan suplai darah yang cukup pada saat berolahraga atau beraktivitas.
  2. Rasa lelah dan sesak napas saat berolahraga pada penderita dengan gagal jantung.
  3. Pingsan saat berolahraga atau beraktivitas, karena tekanan darah bisa turun secara tiba-tiba. Kondisi ini bisa terjadi pada stenosis katup aorta yang berat.
  4. Rasa berdebar-debar

Gejala-gejala yang mungkin bisa ditemukan pada bayi dan anak-anak antara lain :

  1. Mudah lelah saat beraktivitas
  2. Berat badan tidak bisa bertambah
  3. Sulit makan
  4. Gangguan pernapasan dalam waktu beberapa hari atau minggu setelah dilahirkan (pada kasus yang berat)

Anak-anak dengan stenosis katup aorta yang ringan atau sedang mungkin akan memburuk saat bertambah besar. Mereka juga berisiko untuk mengalami infeksi jantung (endokarditis bakterialis).

Diagnosis

Diagnosis biasanya didasarkan pada gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan ekokardiografi bisa menunjukkan adanya kelainan katup dan tingkat keparahannya. Selain itu, bisa juga dilakukan pemeriksaan lain seperti EKG dan foto rontgen dada.

Ekokardiografi

Penanganan

Orang dewasa yang mengalami stenosis katup aorta tetapi tidak memiliki gejala harus memeriksakan diri secara teratur ke dokter dan menghindari aktivitas fisik yang terlalu berat. Pemeriksaan ekokardiografi perlu dilakukan secara berkala untuk memantau jantung dan fungsi katup jantung.

Pada orang dewasa dengan stenosis katup aorta yang mengalami nyeri dada, pingsan, atau sesak napas saat berolahraga, perlu menjalani pembedahan untuk menggantu katup aorta, sebaiknya sebelum terjadi kerusakan ventrikel kiri yang menetap.

Pada anak-anak dengan stenosis katup aorta yang berat, pembedahan bisa dilakukan bahkan sebelum gejala-gejala muncul, karena bisa terjadi kematian mendadak. Tindakan alternatif lainnya yang efektif dan aman selain penggantian katup adalah perbaikan katup melalui pembedahan dan valvuloplasti balon. Pada valvuloplasti balon, sebuah kateter dengan balon di ujungnya dimasukkan melalui pembuluh darah vena dan diarahkan ke jantung. Setelah sampai di katup aorta, balon dikembangkan untuk membuat katup terbuka. Namun, setelah anak telah tumbuh dewasa, katup jantung biasanya harus diganti. Pada orang dewasa, selalu terjadi stenosis berulang setelah valvuloplasti balon. Oleh karena itu, pada orang dewasa tindakan ini hanya digunakan untuk orang tua yang tidak dapat menjalani operasi.

Referensi:

- A, Guy P. Aortic Stenosis. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.

- D, David C. Aortic Stenosis. Medline Plus. 2012.