Penyakit
23-02-2018

Kanker Sinus Paranasal

Sinus paranasal merupakan rongga-rongga yang berisi udara pada tulang-tulang di sekitar hidung. Sinus-sinus ini dilapisi oleh sel-sel yang menghasilkan lendir, untuk menjaga bagian dalam hidung dari kekeringan saat bernafas.

Kanker pada sinus paranasal terutama terjadi pada sinus maksilaris dan sinus ethmoidalis. Kanker ini jarang ditemukan di Amerika, tetapi lebih sering terjadi di Jepang dan pada orang Bantu di Afrika Selatan.

Penyebab terjadinya kanker sinus paranasal belum diketahui secara pasti, tetapi kanker ini lebih sering terjadi pada orang-orang yang sering menghirup serbuk kayu atau logam jenis tertentu. Sinusitis kronis tampaknya bukan merupakan penyebab terjadinya kanker ini.

Beberapa faktor risiko terjadinya kanker sinus paranasal antara lain :

  • Pria, berusia lebih dari 40 tahun
  • Merokok
  • Terinfeksi virus human papiloma
  • Terapapar debu atau zat kimia tertentu di tempat kerja, misalnya pada pekerja furniture, tukang kayu, pembuat sepatu, penyepuh logam, atau pekerja di toko roti.

Karena sinus memiliki ruang untuk tumbuhnya kanker, sebagian besar penderita tidak mengalami gejala hingga kanker sudah mencapai tahap cukup lanjut. Gejala-gejala yang dapat terjadi antara lain :

  • rasa nyeri pada bagian sinus yang terkena
  • sensasi sumbatan pada hidung
  • pembengkakan atau gangguan lain pada mata, misalnya penglihatan ganda
  • perdarahan hidung
  • gigi-gigi goyah atau terasa nyeri di bawah sinus yang terkena
  • hidung meler
  • adanya benjolan pada wajah atau leher
  • rasa baal atau kesemutan di wajah
  • rasa nyeri atau tekanan di telinga

Diagnosa didasarkan dari gejala-gejala yang ada, riwayat medis penderita, dan hasil pemeriksaan fisik. Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk membantu memastikan diagnosa antara lain :

  • Pemeriksaan pencitraan, seperti foto rontgen kepala, MRI, atau CT scan
  • Biopsi, yaitu dengan memeriksa jaringan secara mikroskopis untuk melihat apakah terdapat tanda-tanda keganasan

Kanker pada sinus paranasal ditangani dengan kombinasi pembedahan dan terapi radiasi. Kemoterapi hanya sedikit berperan dalam mengobati kanker sinus paranasal dan tidak dapat diberikan sebagai terapi tunggal. Perkembangan terbaru pada teknik pembedahan membuat tumor dapat diangkat seutuhnya, menyisakan bagian wajah yang tidak terkena dan merekonstruksi daerah tersebut sehingga tampak lebih baik. Namun, angka harapan hidup biasanya tidak baik. Hanya sekitar 10-20% penderita yang bisa bertahan hidup lebih dari 5 tahun.

- S, Richard V. Paranasal Sinus Cancer. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.