Penyakit
23-02-2018

Masalah Dengan Lendir Pada Servik

Jika lendir di serviks (leher rahim) abnormal, maka lendir ini dapat mencegah masuknya sperma ke dalam rahim atau dapat juga menyebabkan rusaknya sperma.

Normalnya, lendir serviks bersifat tebal dan tidak dapat ditembus oleh sperma sampai sesaat sebelum sel telur dilepaskan (ovulasi). Kemudian, sesaat sebelum ovulasi, lendir ini menjadi jernih dan elastis (karena kadar hormon estrogen yang meningkat). Akibatnya, sperma dapat bergerak masuk melalui lendir serviks ke dalam rahim dan akhirnya tuba fallopi, dimana pembuahan terjadi.

Lendir serviks dapat menjadi abnormal karena :

  • Tidak berubah saat ovulasi (biasanya akibat adanya infeksi), sehingga menjadi sulit untuk terjadi kehamilan
  • Dapat dilewati oleh bakteri dari vagina, biasanya yang menyebabkan infeksi pada serviks (servisitis), masuk ke dalam rahim dan terkadang menyebabkan rusaknya sperma
  • Mengandung antibodi terhadap sperma, yang membunuh sperma sebelum dapat sampai ke sel telur

Biasanya, lendir serviks yang abnormal menyebabkan ketidaksuburan hanya jika terjadi servisitis kronis atau jika serviks menjadi sempit akibat terapi kelainan pra-kanker pada serviks (displasia serviks).

Diagnosa didasarkan dari berbagai pemeriksaan, misalnya pemeriksaan untuk melihat apakah serviks mengalami penyempitan dan pemeriksaan untuk melihat apakah terdapat infeksi.

Pemeriksaan untuk menentukan apakah lendir serviks menyebabkan kerusakan sperma jarang dilakukan karena pemeriksaan ini tidak dapat memprediksi dengan akurat kemungkinan terjadinya kehamilan.

Tes postcoital, dilakukan 2-8 jam setelah hubungan seksual, meliputi penelitian lendir servik dan memastikan apakah sperma bisa bertahan di dalam lendir. Tes tersebut dijadwalkan pada tengah-tengah siklus menstruasi, ketika kadar estrogen sangat tinggi dan wanita tersebut sedang ovulasi. Contoh lendir serviks diambil seperti melakukan pap smear.

Penebalan dan keelastisan lendir dan jumlah sperma pada lendir dipastikan. Hasil yang tidak normal termasuk lendir yang terlalu tebal, tidak terdapat sperma, dan sperma dan gumpalan bercampur karena lendir mengandung antibodi sperma. Meskipun begitu, hasil yang tidak normal tidak selalu mengindikasi bahwa terdapat masalah pada lendir, sperma bisa tidak hadir hanya karena mereka tidak tersimpan di dalam vagina selama hubungan seks, dan lendir kemungkinan terlalu tebal hanya karena tes tidak menunjukkan waktu yang sesuai pada siklus menstruasi.

Pengobatan dapat berupa memasukan semen langsung ke dalam rahim sehingga sperma tidak melewati lendir serviks (inseminasi di dalam rahim). Selain itu, bisa digunakan obat-obat untuk menipiskan lendir serviks. Namun, belum ada bukti apakah terapi dengan obat-obatan ini dapat meningkatkan kemungkinan untuk hamil.

- R, Robert W. Problems With Mucus in the Cervix. Merck Manual Handbook. 2013.