Penyakit
23-02-2018

Sindrom Nyeri Regional Kompleks

Sindroma Nyeri Regional Kompleks merupakan suatu bentuk nyeri kronis yang tidak biasa, yang seringkali terjadi pada lengan atau tungkai.

Sindroma nyeri regional kompleks dapat terjadi dalam 2 bentuk, dengan tanda dan gejala yang mirip, tetapi penyebab yang berbeda, yaitu :

  • Tipe I, meliputi sekitar 90% penderita. Gangguan jenis ini terjadi setelah adanya penyakit atau cedera yang secara tidak langsung menyebabkan kerusakan pada saraf di anggota gerak.
  • Tipe II, terjadi akibat cedera langsung pada saraf.

Berbagai hal yang bisa menyebabkan terjadinya sindroma nyeri regional kompleks antara lain : patah tulang, hancurnya anggota gerak, amputasi, pembedahan, serangan jantung, stroke, kanker, infeksi, atau terkilir.

Gejala-gejala bisa berubah dari waktu ke waktu dan bervariasi antar penderita. Awalnya, paling sering timbul rasa nyeri, pembengkakan, kemerahan, perubahan suhu, dan hipersensitivitas (terutama pada suhu dingin dan sentuhan). Dengan berjalannya waktu, anggota gerak yang terkena menjadi dingin dan pucat, terjadi perubahan kulit dan kuku, serta spasme otot. Jika perubahan ini telah terjadi, maka kondisi ini seringkali bersifat menetap.

Pada sebagian penderita, tanda dan gejala bisa hilang dengan sendirinya. Namun, penderita lainnya, tanda dan gejala bisa menetap selama berbulan-bulan sampai bertahun-tahun.

Diagnosa didasarkan dari riwayat medis dan hasil pemeriksaan fisik. Tidak ada satu pemeriksaan yang dapat memastikan diagnosa, tetapi beberapa pemeriksaan berikut dapat memberikan petunjuk yang penting :

  • Bone scan dan foto sinar-X, untuk membantu mendeteksi perubahan pada tulang
  • Pemeriksaan sistem saraf simpatik
  • MRI (Magnetic Resonance Imaging), untuk menunjukkan perubahan jaringan

Perbaikan dan bahkan pemulihan mungkin terjadi jika terapi segera dimulai sejak gejala-gejala awal terjadi. Seringkali dibutuhkan kombinasi terapi seperti :

  • Pengobatan untuk mengatasi gejala-gejala yang ada, misalnya pemberian obat untuk meredakan nyeri dan peradangan, seperti ibuprofen
  • Terapi fisik, untuk membantu mengurangi nyeri dan memperbaiki kekuatan dan rentang gerakan.
  • TENS (Transcutaneous electrical nerve stimulation), terkadang dapat digunakan untuk mengatasi nyeri.
  • Biofeedback. Penderita belajar untuk lebih menyadari tubuhnya, sehingga dapat merelaksasi tubuh dan meredakan nyeri.
  • Stimulasi medula spinalis, dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri.

- Mayo Clinic. Complex Regional Pain Syndrome. 2011.

- P, Russell K. Complex Regional Pain Syndrome. The Merck Manual. 2012.