Penyakit
23-02-2018

Trauma Ureter

Trauma ureter adalah trauma yang terjadi pada saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih.

Sebagian besar trauma ureter terjadi saat pembedahan. Tindakan bedah yang paling sering menyebabkan trauma pada ureter antara lain : ureteroscopy, hysterectomy, reseksi kolon anterior bagian bawah, dan perbaikan aneurisma aorta abdominal. Cedera yang terjadi bisa berupa pemutusan aliran darah (devaskularisasi), avulsi, ligasi, terpotong, terpuntir, dan elektrokoagulasi.

Penyebab lain trauma ureter juga bisa berupa luka tembak atau bisa juga karena luka tusuk.

Gejala-gejala yang muncul biasanya tidak spesifik. Gejala yang muncul bisa berupa berkurangnya produksi air kemih atau keluarnya air kemih dari luka yang ada. Pada sebagian penderita, tidak ditemukan adanya darah di dalam air kemih.

Adanya gejala-gejala sumbatan, kebocoran air kemih, ileus, demam, nyeri punggung (di antara tulang rusuk dan panggul), dan sepsis merupakan tanda-tanda yang paling sering terjadi jika cedera tidak segera diketahui.

Komplikasi yang bisa terjadi antara lain berupa :

  • terbentuknya striktur, sumbatan, atau keduanya
  • kebocoran air kemih ke rongga peritoneal atau retroperitoneal
  • terbentuknya fistula (saluran abnormal yang menghubungkan saluran kemih ke struktur lainnya, misalnya fistula ureterovaginal)
  • terbentuknya abses

Diagnosis didasarkan dari riwayat adanya trauma dan dibutuhkan kecurigaan yang besar untuk kemungkinan adanya trauma pada ureter, mengingat gejala-gejala yang muncul seringkali bersifat tidak spesifik.

Diagnosis bisa dipastikan dengan pemeriksaan penunjang seperti :

  • CT scan dengan kontras
  • Urografi intravena 
  • Pyelografi retrograde
  • Pembedahan eksploratori

Semua cedera pada ureter membutuhkan penanganan, antara lain berupa :

  • Untuk cedera ringan, bisa dilakukan pemasangan stent ureter atau nefrostomi perkutan. Cara ini berguna untuk mengalirkan air kemih dari ginjal melalui saluran yang dibuat sampai ureter sembuh.
  • Untuk cedera berat, misalnya kerusakan total atau avulsi, biasanya diperlukan pembedahan untuk memperbaiki cedera yang ada. Ureter bisa disambungkan kembali ke tempat asalnya atau di bagian kandung kemih yang lainnya.

- A, Noel A. Ureteral Trauma. The Merck Manual. 2013.