Penyakit
23-02-2018

Penyempitan Uretra

Penyempitan uretra adalah penyempitan yang terjadi pada saluran yang berfungsi untuk mengeluarkan air kemih (urine) dari dalam kandung kemih.

Penyempitan saluran uretra seringkali terjadi karena adanya luka atau infeksi pada uretra yang menyebabkan terbentuknya jaringan parut, sehingga terjadi penyempitan pada daerah yang terkena (striktur uretra).

Sumber : www.patient.co.uk

Penyempitan uretra juga bisa disebabkan oleh :

  • Riwayat trauma yang menyebabkan kerusakan pada uretra
  • Riwayat tindakan medis pada uretra, misalnya pemasangan kateter atau operasi
  • Infeksi dan peradangan prostat
  • Pembesaran prostat
  • Riwayat operasi prostat (TURP / Transurethral Resection of the Prostate)
  • Kanker urethra (jarang)
  • Kelainan kongenital (kelainan yang sudah ada sejak lahir), namun jarang menyebabkan penyempitan urethra pada anak-anak

Penyempitan uretra mungkin tidak menimbulkan gejala. Pada penyempitan uretra yang ringan, aliran air kemih bisa menjadi bertambah kuat atau terjadi aliran ganda. Penyempitan uretra yang berat bisa menyebabkan hambatan dalam pengeluaran air kemih.

Beberapa gejala penyempitan uretra yang bisa ditemukan :

  • Kesulitan dalam memulai proses berkemih
  • Nyeri saat berkemih
  • Adanya tahanan dalam berkemih
  • Pengosongan kandung kemih yang tidak tuntas
  • Pancaran air kemih menurun atau bahkan hanya menetes
  • Pancaran air kemih tidak ke satu arah atau ganda
  • Adanya darah pada air kemih atau semen
  • Tidak dapat menahan keinginan untuk berkemih
  • Nyeri panggul
  • Adanya sekret yang keluar dari uretra

Sumber : www.thehealthjournals.com

Peningkatan tekanan di belakang daerah yang mengalami penyempitan bisa menyebabkan terbentuknya diverticula. Penyempitan uretra seringkali juga membuat proses berkemih menjadi tidak tuntas dan dapat terjadi pengurangan frekuensi berkemih. Keadaan ini bisa menyebabkan terjadinya infeksi saluran kemih.

Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk membantu memastikan diagnosa antara lain :

  • Pemeriksaan analisa air kemih, untuk melihat apakah terdapat infeksi
  • Pemeriksaan prostat dan kadar PSA (Prostate Specific Antigen)
  • Pemeriksaan pencitraan, untuk melihat adanya penyempitan pada uretra, seperti :
    • Cytourethroscopy. Penyempitan uretra dilihat langsung melalui pipa pelihat elastis (cystoscope) yang dimasukkan ke dalam uretra.
    • Ultrasonografi uretra. Probe ultrasonografi diletakan di sepanjang penis untuk menentukan ukuran penyempitan yang terjadi.
    • Uretrografi retrograde. Sebuah kateter kecil dipasang pada ujung penis untuk memasukkan zat kontras ke dalam urethra, kemudian dilakukan fluoroscopy (pemeriksaan radiografi untuk melihat aliran kontras yang masuk di sepanjang saluran uretra, sehingga diketahui lokasi dan ukuran penyempitan yang terjadi.

Jika diperlukan, bisa digunakan obat pereda nyeri untuk sementara, Paracetamol atau Mefenamic acid, sampai mendapat penanganan lebih lanjut oleh dokter. Belum ada obat-obat yang dapat menghilangkan penyempitan uretra. Pembedahan merupakan satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyempitan yang berat.

Saluran uretra yang mengalami penyempitan bisa dilebarkan atau bagian uretra yang mengalami penyempitan bisa dipotong, sehingga air kemih bisa kembali mengalir dengan lancar. Penyempitan saluran uretra bisa terjadi secara berulang dan terkadang memerlukan tindakan operasi terbuka untuk memperbaiki penyempitan yang ada.

- Siamak T. Nabili. Urethral Stricture. Medicine Net. 2010.