Penyakit
23-02-2018

Ehrlichiosis

Ehrlichiosis adalah infeksi yang ditularkan melalui kutu, yang menyebabkan timbulnya demam, panas dingin, sakit kepala, nyeri otot, dan tidak enak di seluruh tubuh. Gejala-gejala ini terjadi tiba-tiba.

Bakteri Ehrlichia, seperti Rickettsiae, hanya dapat hidup di dalam sel hewan atau manusia. Meskipun begitu, tidak seperti Rickettsiae, bakteri Ehrlichia mendiami sel-sel darah putih (monosit).

Ehrlichiosis sering terjadi di daerah Amerika Serikat bagian Selatan dan juga di Eropa. Infeksi ini lebih sering terjadi di antara musim semi dan akhir musim gugur, yaitu saat kutu paling aktif. Infeksi menyebar ke menusia melalui gigitan kutu, kadangkala akibat kontak dengan hewan yang membawa kutu anjing coklat atau kutu rusa.

Gejala biasanya dimulai sekitar 12 hari setelah gigitan kutu. Gejala muncul secara tiba-tiba, yaitu berupa demam, menggigil, nyeri otot, lemah, mual, muntah, batuk, sakit kepala, dan tidak enak di seluruh tubuh.

Ruam kulit kurang umum terjadi dibandingkan infeksi Rickettsia. Pada beberapa penderita bisa muncul ruam kulit di badan, lengan, dan tungkai.

Ehrlichiosis dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah yang luas (DIC - Disseminated Intravascular Coagulation), kegagalan fungsi berbagai organ tubuh, kejang, dan bahkan koma. Gejala yang terjadi lebih berat pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya pada orang dengan HIV atau mengkonsumsi obat-obat tertentu, seperti kortikosteroid. Infeksi ini jarang menyebabkan kematian, tetapi dapat terjadi pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau pada penderita yang tidak segera mendapatkan terapi.

Pemeriksaan darah bisa dilakukan, antara lain untuk memeriksa adanya antibodi terhadap bakteri ini, meskipun biasanya hasilnya belum positif, sampai beberapa minggu setelah penyakit dimulai. Teknik PCR (Polymerase Chain Reaction) juga bisa membantu. Teknik ini meningkatkan jumlah DNA bakteri sehingga membuat bakteri lebih mudah untuk diidentifikasi.

Terkadang sel-sel darah putih mengandung bercak-bercak yang khas (morula), yang dapat dilihat di bawah mikroskop. Tetapi bercak-bercak ini jarang ditemukan pada penderita ehrlichiosis.

Pengobatan biasanya akan segera diberikan untuk orang-orang yang mungkin terpapar kutu yang terinfeksi dan mengalami berbagai gejala yang khas, bahkan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium tersedia. Antibiotik diberikan sampai penderita membaik dan tidak mengalami demam selama 24-48 jam, dan minimal diberikan salama 7 hari. Ketika pengobatan dimulai lebih awal, kebanyakan orang segera mengalami perbaikan dan sembuh. Penundaan pengobatan bisa menyebabkan komplikasi yang serius, termasuk kematian pada 2 sampai 5% penderita.

Infeksi dicegah dengan melakukan berbagai tindakan untuk mencegah gigitan kutu.

- P, William A. Ehrlichiosis and Anaplasmosis. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.