Penyakit
23-02-2018

Hypertrophic Pyloric Stenosis

Hypertrophic pyloric stenosis merupakan sumbatan pada saluran keluar lambung akibat adanya penebalan (hipertrofi) otot pada sambungan antara lambung dengan usus halus.

Pylorus merupakan sfingter otot yang terletak pada lambung bagian bawah, yaitu pada bagian yang berhubungan dengan usus halus (duodenum). Normalnya, pylorus berkontraksi untuk mempertahankan makanan agar tetap berada di lambung untuk dicerna, dan kemudian berelaksasi sehingga makanan bisa keluar dari lambung menuju usus halus. Namun, karena penyebab yang belum diketahui secara jelas, pylorus menebal dan terkadang menyebabkan sumbatan, sehingga makanan tidak dapat meninggalkan lambung. Sumbatan ini biasanya terjadi pada satu atau dua bulan pertama kehidupan dan lebih sering terjadi pada anak laki-lai, terutama anak laki-laki pertama. Pada kasus yang jarang, beberapa anak yang lebih besar mengalami sumbatan pylorus karena ada pembengkakan yang disebabkan oleh ulkus peptikum atau gangguan lain yang mirip dengan alergi makanan (misalnya gastroenteritis eosinofilik).

Bayi yang mengalami stenosis pylorus merasa lapar dan makan dengan baik, tetapi kemudian segera muntah dengan kuat (muntah proyektil) setelah makan. Beberapa bayi mengalami banyak sekali muntah sehingga mengalami dehidrasi dan kurang gizi.

Tidak seperti bayi dengan gangguan lain yang juga menyebabkan muntah, bayi yang mengalami muntah akibat stenosis pylorus tetap tampak baik, hingga akhirnya mereka mengalami dehidrasi berat atau kurang gizi. Setelah beberapa hari, bayi mengalami dehidrasi dengan cepat. Berat badan bayi menjadi turun. Beberapa bayi juga mengalami perubahan warna kulit dan bagian putih mata menjadi kekuningan (jaundice).

Pada perut bayi mungkin bisa teraba adanya benjolan kecil (kira-kira berukuran sebesar buah zaitun), yang merupakan pylorus yang membesar. Diagnosa seringkali dipastikan dengan pemeriksaan ultrasonografi perut.

Bayi diberikan cairan melalui pembuluh darah untuk mengatasi dehidrasi dan mengkoreksi ketidakseimbangan elektrolit. Otot yang menebal perlu dipotong melalui pembedahan untuk menghilangkan sumbatan. Pembedahan ini termasuk operasi kecil, dan sebagian besar bayi bisa kembali makan dalam waktu satu hari setelah tindakan.

- C, William J. Hypertophic Pyloric Stenosis. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.