Penyakit
23-02-2018

Limfositopenia

Limfositopenia (atau disebut juga limfopenia) adalah suatu keadaan dimana jumlah limfosit di dalam darah rendah (dibawah 1.500 sel/μL darah pada dewasa atau dibawah 3.000 sel/μL pada anak-anak).

Dalam keadaan normal, jumlah limfosit mencapai 15-40% dari sel darah putih dalam aliran darah. Limfosit merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi untuk :

  1. Melindungi tubuh dari infeksi virus
  2. Membantu sel lainnya dalam melindungi tubuh dari infeksi bakteri, jamur, dan parasit
  3. Berubah menjadi sel yang membentuk antibodi (sel plasma)
  4. Melawan kanker
  5. Membantu mengatur aktivitas sel lainnya dalam sistem kekebalan

Limfositopenia bisa disebabkan oleh berbagai macam penyakit dan keadaan. Namun penyebab limfositopenia yang paling sering adalah AIDS dan malnutrisi.

Limfositopenia terjadi karena beberapa faktor, antara lain : 

  • Tubuh tidak dapat membuat limfosit dalam jumlah cukup
  • Tubuh membuat limfosit dalam jumlah cukup namun banyak limfosit yang dihancurkan
  • Limfosit terperangkap pada limpa atau kelenjar getah bening
  • Kombinasi dari faktor-faktor tersebut

Penyebab terjadinya limfositopenia dapat bersifat didapat (acquired) atau diturunkan (inherited). 

Beberapa keadaan atau penyakit yang didapat (acquired) sebagai penyebab terjadinya limfopenia : 

  • Penyakit infeksi, seperti AIDS, infeksi virus hepatitis, tuberkulosis, demam tifoid
  • Penyakit autoimun, seperti lupus (dimana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel dan jaringan tubuh sendiri)
  • Terapi steroid
  • Kanker darah dan penyakit darah lainnya, seperti anemia aplastik dan penyakit Hodgkin
  • Terapi radiasi dan kemoterapi 

Beberapa keadaan atau penyakit yang diturunkan (inherited) sebagai penyebab terjadinya limfopenia antara lain sindroma DiGeorge, sindroma Wiskott-Aldrich, sindroma imunodefisiensi gabungan yang berat, ataksia-telangiektasis. Penyebab yang diturunkan lebih jarang daripada penyebab yang didapat. 

Penderita limfositopenia bisa tidak memiliki gejala, atau mereka hanya mengalami demam dan tanda-tanda infeksi lainnya. Limfositopenia ringan biasanya tidak bergejala dan ditemukan saat pemeriksaan hitung darah lengkap untuk alasan lain. Penurunan jumlah limfosit yang hebat bisa menyebabkan timbulnya infeksi karena virus, jamur dan parasit.

Diagnosa didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik. Penderita dengan infeksi berulang, infeksi yang tidak biasa, atau infeksi yang tidak sembuh-sembuh, perlu dicurigai akan adanya limfositopenia. Kemungkinan terjadinya limfositopenia akan lebih kuat jika penderita :

  • berisiko terkena AIDS (memiliki riwayat transfusi darah, pemakaian obat-obat terlarang intravena (melalui pembuluh darah), berganti-ganti pasangan seksual, dan riwayat terpapar darah atau cairan tubuh yang terinfeksi HIV)
  • memiliki riwayat mendapatkan terapi radiasi atau kemoterapi
  • pernah didiagnosa mengalami kelainan darah atau gangguan imun
  • memiliki riwayat penyakit tersebut pada keluarga

Pemeriksaan hitung darah lengkap dilakukan untuk membuat diagnosa limfositopenia. Jika jumlah limfosit sangat rendah, biasanya juga akan dilakukan pemeriksaan sumsum tulang.

Pengobatan limfositopenia tergantung dari penyebabnya. Jika limfositopenia disebabkan oleh obat-obat tertentu, maka perlu dilakukan penghentian pemakaian obat-obat tersebut. Biasanya gejala akan mereda dalam beberapa hari setelah pemakaian obat dihentikan.

Jika penyebab terjadinya limfositopenia adalah AIDS, maka perlu diberikan obat-obat untuk penyakit penyebabnya. Pada beberapa kasus, bisa juga dilakukan transplantasi sel induk (stem cell) untuk membentuk limfosit.

Penderita tidak dapat mencegah terjadinya limfositopenia yang disebabkan oleh kondisi yang diturunkan (inherited). Yang dapat dilakukan adalah mengendalikan limfositopenia dengan penanganan atau obat-obatan sesuai dokter.

Tetapi risiko terkena keadaan atau penyakit yang didapat (acquired) seperti AIDS dan hepatitis, sebagai penyebab terjadinya limfopenia, dapat dicegah misalnya dengan tidak berganti-ganti pasangan seksual, tidak memakai jarum suntik bergantian, dan perilaku hidup sehat.

Pencegahan HIV Akibat HIV

Sumber : www.thelancet.com, www.vanessabyers.net

- T, Mary. Lymphocytopenia. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.

- National Institute of Health. Lymphocytopenia. US Department of Health. 2011.