Penyakit
23-02-2018

Kifosis (Penyakit Scheuermann)

Kifosis (kyphosis), atau disebut juga penyakit Scheuermann, adalah kelainan kelengkungan tulang belakang yang mennyebabkan punggung menjadi bungkuk.

Kifosis cukup sering terjadi saat masa remaja, anak laki-laki lebih sering terkena dibandingkan anak perempuan. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi kifosis terkadang diturunkan dalam keluarga. Tulang belakang melengkung ke depan satu sama lain, biasanya pada punggung bagian atas. Akibatnya, punggung menjadi bungkuk. Skoliosis juga seringkali terjadi pada anak-anak dengan skoliosis (disebut kifoskoliosis).

Kifosis biasanya tidak menimbulkan gejala. Adanya kifosis dapat disadari hanya karena mengganggu penampilan tubuh. Bahu bisa terlihat membulat. Tulang belakang bagian atas bisa tampak lebih melengkung dibandingkan normal, atau penderita bisa jelas terlihat bungkuk. Pada beberapa kasus, penampilan mirip dengan sindroma Marfan, dimana anggota gerak lebih panjang daripada tubuh. Selain penampilan, terkadang muncul nyeri punggung ringan yang persisten.

Kyphosis :(punggung bungkuk)

Kifosis ringan yang tidak bergejala terkadang hanya terdeteksi ketika melakukan pemeriksaan fisik rutin. Diagnosa dapat dikonfirmasi dengan melakukan foto sinar-X tulang belakang, yang menunjukkan kelengkungan dan deformitas tulang belakang.

Kifosis ringan bisa diatasi dengan menghindari aktivitas berat dan mengurangi mengangkat beban berat. Dengan cara ini tulang belakang bisa sedikit lebih tegak, meskipun gejala-gejala mungkin tidak berkurang.

Jika kifosis yang terjadi lebih berat, maka seringkali diberikan alat penyangga tulang belakang (brace) dan penderita perlu tidur di alas yang keras. Tindakan ini bisa mengurangi gejala dan mencegah penderita bertambah bungkuk. Pada kasus yang jarang, meskipun telah dilakukan tindakan-tindakan tersebut di atas, kifosis bertambah berat sehingga dibutuhkan operasi untuk meluruskan tulang belakang.

- P, Frank; S, David D. Kyphosis. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.