Penyakit
23-02-2018

Sindrom Long QT

Sindroma Long QT adalah kelainan pada sistem kelistrikan jantung, yang bisa menyebabkan hilangnya kesadaran atau kematian mendadak.

QT adalah interval antara dua titik pada elektrokardiogram. Orang dengan sindroma long QT mengalami interval QT yang memanjang. Sindroma ini kemungkinan mengenai sekitar 1 dari 7000 orang. Di Amerika, sindroma ini bisa menyebabkan kematian mendadak pada 3000-4000 anak dan dewasa muda setiap tahunnya. Pada anak-anak, gangguan ini biasanya disebabkan oleh kelainan genetik. Kebanyakan orang dewasa dengan sindroma long QT disebabkan oleh penggunaan obat atau kelainan tertentu.

Orang-orang dengan sindroma long QT rentan untuk mengalami peningkatan detak jantung yang tidak biasa, yang seringkali terjadi saat melakukan aktivitas fisik atau kegembiraan emosional. Ketika detak jantung terlalu cepat, otak bisa mengalami kekurangan darah. Akibatnya penderita bisa menjadi tidak sadar dan terkadang meninggal tiba-tiba. Beberapa orang dengan sindroma QT dilahirkan dalam keadaan tuli.

Pemeriksaan EKG (Elektrokardiografi) dianjurkan untuk anak atau orang dewasa muda yang mengalami kehilangan kesadaran tiba-tiba dan tanpa sebab yang jelas. Pemeriksaan ini bisa dilakukan saat penderita istirahat dan juga saat aktivitas (penderita diminta untuk treadmill atau mengayuh sepeda statis).

Pemeriksaan khusus bisa dilakukan untuk mengetahui kelainan genetik yang terjadi. Seseorang dengan kelainan ini bisa memiliki anggota keluarga yang meninggal secara tiba-tiba dan tidak diketahui sebabnya.

Orang-orang dengan sindroma long QT perlu mendapatkan pengobatan untuk mengatasi gangguan yang terjadi. Obat golongan beta-blocker efektif digunakan untuk sebagian besar anak dan orang dewasa. Untuk penderita yang tidak berespon dengan obat ini, maka bisa dicoba untuk menggunakan alat pacu jantung (pacemaker) atau kombinasi pacemaker dengan defibrillator internal. Defibrillator internal bisa mengejutkan jantung dan menghidupkan penderita kembali ketika jantung mengalami kelainan irama yang mematikan. Adakalanya, sebagai alternatif, bisa dilakukan pemotongan saraf di daerah leher (simpatektomi serviko-torasik) sehingga mencegah terjadinya peningkatan detak jantung yang menyebabkan kematian mendadak. Untuk sebagian anak, dianjurkan untuk membatasi olahraga yang bersifat kompetitif.

- L, Gregory S. Long QT Syndrome. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.