Penyakit
23-02-2018

Fraktur Tulang Temporal

Tulang temporal merupakan tulang kepala yang mengandung bagian dari saluran telinga, telinga tengah dan telinga dalam. Fraktur tulang temporal merupakan retak atau pecahnya tulang temporal sehingga tidak utuh lagi.

Fraktur tulang temporal bisa terjadi akibat trauma pada kepala, baik trauma tumpul (misalnya pukulan) atau trauma tajam (misalnya tusukan objek tertentu). Kecelakaan kendaraaan bermotor merupakan penyebab dari sekitar 31% fraktur tulang kepala. Penyebab lainnya adalah penyerangan fisik, terjatuh, dan luka tembak.

Orang-orang yang mengalami fraktur tulang temporal seringkali mengalami perdarahan dari telinga, pengumpulan darah di belakang gendang telinga, atau memar pada kulit di belakang telinga. Gejala-gejala dan komplikasi lainnya bervariasi, tergantung dari lokasi persis dari fraktur, misalnya :

  • Kelumpuhan wajah pada sisi yang mengalami fraktur
  • Hilangnya pendengaran
  • Gangguan keseimbangan atau vertigo

Terkadang, cairan di sekitar otak dan medula spinalis bisa mengalami kebocoran melalui fraktur yang terjadi. Rembesan cairan ini menandakan bahwa otak terpapar pada infeksi dari bakteri di saluran telinga yang mungkin bersifat serius.

Diagnosa dipastikan dengan pemeriksaan CT (Computed Tomography) scan. Selain itu, bisa juga dilakukan pemeriksaan terhadap pendengaran dan apakah wajah mengalami kelumpuhan. Jika ditemukan adanya gangguan, maka biasanya diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Terapi hanya diperlukan jika fraktur tulang temporal menimbulkan berbagai masalah. Pembedahan bisa dilakukan jika terjadi kelumpuhan wajah yang segera dan berat, atau hilangnya pendengaran akibat kerusakan pada tulang-tulang pendengaran. Hilangnya pendengaran yang disebabkan oleh kerusakan pada koklea atau saraf yang mempersarafinya biasanya bersifat menetap.

Jika terjadi vertigo yang disebabkan oleh kerusakan yang tidak dapat diperbaiki melalui pembedahan, maka bisa diberikan obat-obat untuk meredakan gejala. Penderita kadang bisa belajar untuk mengkompensasi gangguan yang ditimbulkan dari vertigo (misalnya hilangnya keseimbangan) melalui serangkaian latihan yang disebut rehabilitasi vestibular.

Orang-orang yang mengalami rembesan cairan otak harus dirawat inap di rumah sakit. Jika rembesan tidak berhenti dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari, maka mungkin perlu dilakukan pembedahan untuk mencegah terjadinya infeksi.

- M, Sam P. Temporal Bone Fracture. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.