Penyakit
23-02-2018

Gangguan Somatoform

Gangguan somatoform meliputi berbagai gangguan kesehatan mental dimana sebagian penderita melaporkan adanya gejala-gejala fisik atau kekhawatiran akan suatu gangguan fisik yang tidak dapat dijelaskan sepenuhnya. Sebagian orang lainnya mengkhawatirkan adanya kelainan pada penampilan fisiknya. 

Bagaimana pikiran dan tubuh berinteraksi untuk mempengaruhi kesehatan telah lama dibicarakan. Istilah psikosomatik menunjukkan adanya interaksi ini. Istilah ini digunakan pada gejala-gejala fisik yang muncul akibat adanya atau diperburuk oleh faktor mental, ketimbang oleh gangguan fisik. Saat ini, istilah gangguan somatoform dipakai untuk merujuk pada gangguan-gangguan ini. Istilah tersebut tidak termasuk pada gejala-gejala fisik yang dibayangkan atau dipalsukan (seperti pada sindroma Munchausen). Orang-orang dengan gangguan psikosomatik benar-benar mengalami adanya gejala-gejala pada dirinya.

Stress sosial dan mental bisa memperburuk banyak gangguan fisik, seperti diabetes mellitus, penyakit pembuluh darah koroner, dan asma. Beberapa stress juga bisa memicu, memperburuk, atau memperlama gejala-gejala fisik.

Stress bisa menimbulkan gejala-gejala fisik, bahkan ketika tidak ada gangguan fisik yang ditemukan. Terkadang gejala-gejala fisik disebabkan oleh respon otomatis tubuh terhadap stress emosional, misalnya detak jantung dan tekanan darah yang meningkat sebagai respon terhadap rasa takut.

Gejala-gejala fisik bisa tampak seperti mengkiaskan suatu pengalaman emosional, misalnya pada orang yang patah hati dan merasa nyeri pada dada. Atau gejala-gejala fisik bisa merefleksikan rasa sakit yang dirasakan oleh orang lain. Misalnya, seseorang bisa merasa nyeri dada setelah ada anggota keluarga atau teman yang mengalami serangan jantung.

Gejala-gejala fisik bisa berkembang dari adanya stress atau gejala-gejala psikis lainnya. Hal ini bisa menyulitkan dokter untuk mendiagnosa, dan mungkin diperlukan berbagai pemeriksaan diagnostik untuk menyingkirkan kemungkinan dari adanya gangguan fisik. 

Faktor psikis juga bisa mempengaruhi perkembangan suatu gangguan, misalnya orang dengan tekanan darah tinggi bisa menyangkal memilikinya atau menyangkal mengenai seriusnya penyakit yang dimilikinya. Penyangkalan bisa merupakan suatu mekanisme yang membantu mengurangi kecemasan. Namun, penyangkalan ini bisa membuat penderita tidak mengikuti pengobatan yang seharusnya, sehingga gangguan yang ada menjadi semakin berat.

Sebaliknya, gangguan fisik bisa mempengaruhi keadaan psikis seseorang, misalnya orang dengan gangguan fisik kronis, berulang, dan mengancam nyawa bisa menjadi depresi. Kondisi tertekan ini kemudian bisa memperburuk gangguan fisik yang dialami.

Penderita tidak berbohong dan benar-benar merasakan adanya gejala atau kelainan pada tubuhnya, misalnya rasa nyeri. Mereka betul-betul percaya bahwa mereka memiliki gangguan fisik yang serius. Namun tidak ditemukan adanya gangguan fisik sebagai penyebabnya. Gangguan ini juga tidak terjadi akibat pemakaian zat-zat terlarang atau gangguan mental lainnya. Gejala-gejala atau kekhawatiran ini dikatakan sebagai gangguan jika menyebabkan tekanan berat atau mengganggu kehidupan sehari-hari.

Gangguan somatoform meliputi berbagai gangguan kesehatan mental, seperti :

  • Gangguan dismorfik tubuh
  • Gangguan konversi
  • Hipokondriasis
  • Gangguan somatisasi
  • Gangguan nyeri psikogenik

Gangguan ini juga bisa terjadi pada anak-anak.

Diagnosa didasarkan dari gejala-gejala yang ada, dimana tidak ditemukan adanya gangguan fisik sebagai penyebabnya. Gangguan ini juga tidak terjadi akibat pemakaian zat-zat terlarang atau gangguan mental lainnya.

Pengobatan yang diberikan tergantung dari jenis gangguan somatoform yang dimiliki seseorang.

- P, Katherine A. Overview of Somatoform Disorders. Merck Manual Handbook. 2008.

- C, Louise. Somatoform Disorders. Web MD. 2012.