Penyakit
09-09-2019

Kelainan Bentuk dan Perubahan Warna Kuku

Sekitar 50% kelainan bentuk kuku disebabkan oleh infeksi jamur dan lainnya diakibatkan oleh berbagai hal, termasuk trauma, psoriasis, lichen planus, dan kanker. Obat-obatan, infeksi dan penyakit tertentu dapat menyebabkan perubahan dari warna kuku (chromonychia). Contohnya, infeksi dengan bakteri pseudomonas dapat menyebabkan perubahan warna kuku menjadi kuning kehijauan.
Birth Deformities : Beberapa bayi dilahirkan tidak berkuku (anonychia). Pada nail-patella syndrome, kuku hilang atau mengecil berlubang dan bergelombang. Penyakit Drier menyebabkan bercak warna merah dan putih pada kuku dan membentuk sudut V yang tajam pada ujung kuku.
Kelainan yang berhubungan dengan penyakit: terkadang penyakit yang berhubungan dengan organ-organ lain bisa menyebabkan perubahan pada kuku. 

  1. Pada sindrom plummer-vinson, sering dijumpai kuku yang mengalami lekukan dan berbentuk seperti sendok (koilonychias).
  2. Orang dengan kekurangan zat besi bisa juga mengalami kuku berbentuk sendok.
  3. Gagal ginjal bisa menyebabkan sebagian bawah kuku menjadi putih dan sebagian ujung kuku menjadi merah jambu atau nampak berpigmen (setengah kuku)
  4. Sirosis hati bisa menyebabkan kuku menjadi putih, meskipun bagian paling ujung pada kuku bisa tetap berwarna merah muda (kuku terry). Kadar albumin yang rendah (yang bisa terjadi pada orang dengan sirosis hati) bisa menyebabkan garis putih horizontal terbentuk pada kuku.
  5. Beberapa penyakit paru-paru bisa menyebabkan sindrom kuku kuning, di mana kuku menjadi tebal, melengkung, dan berwarna kuning atau kuning kehijauan.
  6. Lymphedema, penumpukan cairan limfatik pada jaringan, juga bisa menyebabkan sindrom kuku kuning.
  7. Orang yang mengalami infeksi virus HIV, hyperthyroidism, atau sindrom cushing bisa mengalami melanonychia striata.

Kelainan bentuk yang berhubungan dengan penyakit kulit
Terkadang penyakit kulit juga mempengaruhi kesatuan kuku dan bisa merubah penampilan kuku. Beberapa obat untuk mengobati penyakit kulit bisa merubah piringan kuku. Misalnya, retinoid, seperti isotretinoin dan etretinate, bisa menyebabkan kekeringan dan kerapuhan pada kuku.

  1. Pada psoriasis, kuku bisa berlubang tidak teratur (tekanan kecil pada permukaan kuku), terdapat bercak minyak (bercak kuning kecoklatan di bawah kuku), terpisahnya piringan kuku dari alas kuku (onycholysis), dan menebal atau piringan kuku hancur.
  2. Lichen planus pada alas kuku menyebabkan luka parut dengan kuku lebih cepat membubung dan pecah, kemudian menyebabkan pterygium terbentuk. Pterygium pada kuku tergores dari dasar kuku keluar dalam bentuk V, yang menyebabkan hilangnya kuku.
  3. Orang dengan aloprecia areata, sebuah gangguan di mana rambut tiba-tiba rontok, bisa mengalami lubang kuku teratur yang membentuk sebuah pola.
  4. Trachyonychia, kuku buram-keras, bisa terjadi bersama dengan aloprecia areata, lichen planus, penyakit kulit atopik, dan psoriasis. Trachyonychia lebih sering terjadi pada anak-anak.

Obat-obatan : obat-obatan tertentu menyebabkan perubahan warna pada kuku. Biasanya perubahan warna sembuh setelah obat dihentikan dan kuku tumbuh.

  1. Obat-obatan kemoterapi seperti bleomycin bisa menyebabkan piringan kuku menjadi gelap (hiperpigmentasi). Pigmen horizontal atau kumpulan berwarna putih bisa juga terlihat pada orang yang menggunakan obat-obatan kemoterapi tertentu.
  2. Choloroquine, sebuah obat yang digunakan dalam pengobatan infeksi parasit dan jenis penyakit autoimun tertentu, bisa menyebabkan alas kuku menjadi biru-kehitaman.
  3. Perak, berkaitan dengan pekerjaan atau suplemen makanan yang mengandung protein perak colloidal, bisa diserap, menyebabkan kuku menjadi biru keabu-abuan gelap.
  4. Obat-obatan yang mengandung emas, yang kadang digunakan dalam pengobatan rheumatoid arthritis, bisa merubah kuku menjadi terang atau cokelat gelap.
  5. Minocycline, sebuah antibiotik, bisa menyebabkan perubahan warna biru.
  6. Zidovudine (AZT), sebuah obat untuk mengobati infeksi HIV, bisa menyebabkan garis longitudinal cokelat-kehitaman. Meskipun begitu, garis ini bisa juga terdapat pada orang yang mengalami AIDS tetapi tidak menerima AZT.
  7. Racun arsenik keras bisa menyebabkan garis putih horizontal untuk terbentuk pada kuku.

Sumber gambar: www.emjreviews.com

Melanonychia striata: melanonychia striata adalah garis cokelat-kehitaman pada piringan kuku disebabkan oleh pigmen melanin cokelat. Garis tersebut meluas dari dasar kuku ke ujung. Pada orang berkulit gelap, garis ini kemungkinan normal dan tidak memerlukan pengobatan. Perubahan pigmen serupa bisa juga disebabkan oleh tahi lalat atau kanker kulit disekitar atau di bawah kuku, sehingga dokter perlu untuk meneliti kulit disekitarnya.

Onychogryphosis: Onychogryphosis adalah gangguan di mana kuku, paling sering pada ibu jari kaki, menjadi menebal dan sangat bengkok, tampak melengkung (kuku terompet). Kuku yang melengkung seperti kait bisa melukai jari kaki diantaranya, dan disebabkan oleh salah satu sisi pada kuku berkembang cepat dibandingkan yang lain. Gangguan ini meliputi kerusakan pada alas kuku, yang paling sering disebabkan oleh luka berulang (seperti oleh sepatu yang tidak pas), tetapi bisa juga terjadi pada gangguan seperti psoriasis. Onychogryphosis umum pada orang tua. Kuku tersebut harus dirapikan, dan luka disekitar jari kaki bisa dicegah dengan menempatkan kapas diantara jari kaki.

Sumber gambar: www.news-medical.net

Onycholysis: Onycholysis adalah pemisahan piringan kuku dari alas kuku atau piring kuku yang hilang sepenuhnya. Bisa terjadi akibat trauma (seperti pada gerak jalan atau bermain ski dalam waktu lama dengan alas kaki yang tidak pas); terlalu semangat membersihkan kuku; pada penyakit seperti psoriasis dan thyrotoxicosis, atau dari bersentuhan dengan bahan kimia atau obat-obatan tertentu. Obat-obatan yang menyebabkan onycholysis termasuk doxorubicin, bleomycin, captopril, 5-fluoroyricil, dan retinoid. Obat-obatan lain, termasuk tertracycline, psoralen, fluoroquinolone dan quinine, bisa menyebabkan onycholysis paling sering ketika kuku bersentuhan dengan sinar matahari (photo-onycholysis). Orang dengan onycholysis memiliki risiko terinfeksi cendawan dan jamur. Menjaga kuku tetap kering dan menggunakan anti jamur bisa membantu. Onycholysis bisa terjadi pada orang dengan infeksi jamur.

Onychotillomania: orang dengan gangguan ini mencongkel dan menyobek kuku mereka. Manifestasi paling umum adalah bentuk kebiasaan yang tidak disengaja, di mana orang tersebut sering mencongkel atau menggesek kutikula dengan kuku sebelahnya. Hal ini paling sering terlihat pada ibu jari dan menyebabkan penampilan seperti papan cuci pada pusat piringan kuku. Onychotillomania bisa juga menyebabkan perdarahan di bawah kuku, infeksi pada kuku, dan bahkan piringan kuku yang hilang sepenuhnya.

Diagnosis

Dokter membuat diagnosis dengan pemeriksaan. Namun untuk mengkonfirmasi diagnosis, dokter perlu mengambil contoh jamur dan melakukan kultur (menumbuhkan organisme di laboratorium).

Pengobatan

Jika penampilan kuku tidak membaik dengan pengobatan pada penyakit yang ada, merawat kuku misalnya dengan menggunakan cat kuku, dapat mengaburkan kerusakan.