Penyakit
23-02-2018

Kekebalan Tubuh Bawaan

Kekebalan tubuh bawaan (innate/natural immunity) merupakan kekebalan tubuh yang sudah ada ketika dilahirkan.

Kekebalan tubuh bawaan menghasilkan respon yang cepat terhadap substansi asing dan memperlakukan semua substansi asing tersebut dengan cara yang sama. Namun sistem kekebalan tubuh ini tidak memiliki memori terhadap paparan substansi asing yang sudah terjadi sebelumnya, sehingga tidak dapat memberi perlindungan untuk terjadinya infeksi ulangan sesudahnya.

Sel-sel darah putih yang terlibat dalam kekebalan tubuh bawaan meliputi : monosit (yang kemudian berkembang menjadi makrofag), neutrofil, eosinofil, basofil, dan sel NK (Natural Killer Cell). Selain itu terdapat sistem komplemen dan sitokin yang juga berperan dalam kekebalan tubuh bawaan.

  1. Makrofag
    Makrofag dibentuk dari monosit setelah monosit berpindah dari aliran darah ke dalam jaringan ketika terjadi infeksi. Makrofag tetap berada pada jaringan dan memakan bakteri, sel-sel asing, dan sel-sel tubuh yang rusak atau mati.    
  2. Neutrofil
    Neutrofil merupakan jenis sel darah putih yang paling banyak terdapat di dalam aliran darah. Neutrofil mengandung granul yang melepaskan enzim untuk membantu membunuh dan mencerna bakteri dan sel-sel asing lainnya.
  3. Eosinofil
    Fungsi utama eosinofil adalah untuk membantu melumpuhkan dan membunuh parasit, serta menghancurkan sel-sel kanker dan menghasilkan zat-zat kimia yang berperan dalam peradangan dan reaksi alergi.
  4. Basofil
    Basofil tidak dapat mencerna sel asing. Basofil berperan dalam reaksi alergi. Ketika basofil terpapar suatu alergen (antigen yang menyebabkan reaksi alergi), basofil akan melepaskan histamin yang akan meningkatkan aliran darah ke jaringan yang bermasalah. Basofil juga menghasilkan zat-zat yang menarik neutrofil dan eosinofil menuju daerah yang bermasalah. 
  5. Sel NK (Natural Killer Cell)
    Sel NK menempel pada sel-sel asing dan melepaskan enzim serta zat-zat lain yang dapat merusak lapisan luar sel-sel asing tersebut. Sel NK membunuh mikroorganisme tertentu, sel-sel kanker, dan sel-sel yang terinfeksi oleh virus. Sel NK penting sebagai pertahanan utama terhadap infeksi virus. Sel NK juga menghasilkan sitokin yang mengatur fungsi dari limfosit T, limfosit B, serta makrofag.
  6. Sistem Komplemen
    Protein komplemen memiliki banyak fungsi dalam sistem kekebalan tubuh, yaitu membunuh bakteri secara langsung, membantu menghancurkan bakteri dengan menempel pada bakteri tersebut sehingga neutrofil dan makrofags lebih mudah mengenali dan mencernanya, menarik makrofag dan neutrofil ke daerah yang bermasalah, mengumpulkan bakteri, menetralkan virus, membantu sel-sel imunitas mengingat antigen spesifik tertentu, mendorong pembentukan antibodi, memperkuat efektivitas antibodi, dan membantu tubuh menghancurkan komlpleks imun.
  7. Sitokin
    Sitokin merupakan pembawa pesan pada sistem kekebalan. Adanya suatu antigen membuat sel-sel darah putih dan sel-sel tertentu lainnya pada sistem kekebalan menghasilkan sitokin. Terdapat berbagai macam sitokin. Sebagian sitokin memiliki efek mengaktifkan. Sitokin ini menstimulasi sel-sel darah putih tertentu untuk menjadi lebih efektif dalam membunuh benda asing dan untuk menarik sel-sel darah putih lainnya ke daerah yang bermasalah. Sitokin lain memiliki efek menghambat, yaitu membantu untuk mengakhiri respon imun. Beberapa sitokin, yang disebut sebagai interferon, mengganggu replikasi virus. 

- D, Peter J. Innate Immunity. Merck Manual. 2008.