Gagal Napas
Penyakit
12-02-2020

Gagal Napas

(Sumber gambar: www.pulmonologyadvisor.com)

Gagal napas (gagal paru-paru) adalah suatu keadaan dimana kadar oksigen di dalam darah menjadi sangat rendah atau kadar karbon dioksida menjadi sangat tinggi yang membahayakan.

Gagal napas merupakan suatu kedaruratan medis yang bisa terjadi akibat penyakit paru yang semakin memburuk untuk waktu lama atau gangguan paru yang terjadi secara tiba-tiba, misalnya sindroma gawat pernapasan akut.

Penyebab Gagal Napas

Hampir semua keadaan yang mempengaruhi pernapasan atau paru-paru bisa menyebabkan terjadinya gagal napas, antara lain :

  1. Menurunnya upaya untuk bernapas, misalnya pada kegemukan, hipotiroidisme, sleep apnea, dan pemakaian opioid atau alkohol yang berlebihan (overdosis)
  2. Sumbatan saluran napas, misalnya pada asma, bronkiektasis, penyakit paru obstruktif kronis, atau adanya benda asing di saluran napas
  3. Kelemahan otot-otot yang normalnya mengembangkan paru, misalnya pada myasthenia gravis, polio, sindroma Guillain Barre, atau cedera medulla spinalis.
  4. Gangguan pada jaringan paru, misalnya akibat pneumonia, edema paru, tumor yang luas, sarkoidosis, atau sindroma gawat pernapasan akut.
  5. Abnormalitas dinding dada, misalnya pada skoliosis, obesitas berat, serta kerusakan tulang dan jaringan di sekitar paru.

Gagal napas bisa terjadi jika aliran darah ke paru-paru menjadi terganggu, seperti yang terjadi pada emboli paru. Gangguan ini tidak menghentikan aliran udara yang masuk dan keluar dari paru-paru, tetapi tanpa adanya aliran darah ke paru-paru, oksigen tidak dapat diambil dan disebarkan ke seluruh tubuh.

Gejala Gagal Napas

Gejala-gejala yang bisa ditemukan antara lain : 

  1. Sesak napas dan warna kulit yang membiru akibat kadar oksigen yang rendah dalam darah
  2. Gangguan kesadaran (penderita bisa mulai mengantuk atau kebingungan)
  3. Pernapasan bisa menjadi cepat dan dalam

Namun, pada akhirnya terjadi gangguan fungsi otak dan jantung, sehingga penderita bisa menjadi tidak sadar dan mengalami gangguan irama jantung, yang dapat menyebabkan terjadinya kematian.

Sebagian gejala gagal napas bervaritasi tergantung dari penyebabnya. Seorang anak yang mengalami sumbatan saluran napas akibat tersedak benda asing (aspirasi), seperti koin atau mainan, bisa tiba-tiba menjadi megap-megap dan berjuang untuk bernapas. Orang-orang dengan sindroma gawat napas akut bisa mengalami sesak napas hebat selama waktu tertentu. Orang-orang yang mengalami overdosis atau lemah bisa tiba-tiba menjadi tidak sadar (koma).

Diagnosis Gagal Napas

Dugaan adanya gagal napas didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik. Diagnosa bisa dipastikan dengan melakukan pemeriksaan darah arteri, di mana akan didapatkan kadar oksigen yang sangat rendah atau kadar karbondioksida yang sangat tinggi. Selain itu, bisa dilakukan foto rontgen dada dan pemeriksaan lainnya untuk membantu menentukan penyebabnya.

Penanganan Gagal Napas

Orang-orang dengan gagal napas perlu dirawat di ruang perawatan intensif (ICU). Penderita perlu mendapatkan oksigen tambahan, biasanya dalam jumlah yang lebih besar dari yang dibutuhkan pada awalnya dan disesuaikan lagi kemudian. Pemakaian alat bantu napas (ventilator) diperlukan, kecuali gagal napas bisa segera membaik.

Gangguan yang mendasari terjadinya gagal napas juga harus diatasi, misalnya pengobatan untuk mengatasi infeksi yang terjadi jika ada, atau mengatasi sumbatan jalan napas.

Referensi:

- G, Brian K. H, Jesse B. Respiratory Failure. Merck Manual. 2008.