Penyakit
23-02-2018

Gangguan Sambungan Neuromuskular

Gangguan sambungan neuromuskular merupakan gangguan yang terjadi pada sambungan saraf dengan otot.

Banyak obat (termasuk antibiotika dosis tinggi), insektisida tertentu (organofosfat), kurare, dan gas saraf yang digunakan saat perang dapat mempengaruhi sambungan neuromuskular sehingga mengganggu fungsinya. 

Terkadang saraf berulang kali mengirimkan impuls listrik ke otot, sehingga menyebabkan stimulasi berlebihan pada otot. Stimulasi berlebihan diperkirakan merupakan faktor dalam terjadinya sindroma Stiff-person dan sindroma Isaac.

Kelainan-kelainan yang terjadi akibat adanya gangguan pada sambungan neuromuskular antara lain myasthenia gravis, botulisme, dan sindroma Eaton-Lambert.

Sindroma Stiff-person : Penyebabnya diperkirakan karena reaksi autoimun, dimana tubuh menghasilkan antibodi yang menyerang jaringan tubuhnya sendiri. Otot-otot tubuh, perut, dan tungkai secara bertahap menjadi lebih kaku dan membesar. Otot-otot lengan, kepala, dan leher lebih sedikit terkena.

Sindroma Isaac : gangguan ini jarang terjadi. Penyebabnya belum diketahui. Gangguan ini seringkali terjadi pada orang-orang dengan kanker. Otot-otot, khususnya otot lengan dan tungkai, terus menerus berkedut, bergerak seperti sebuah kantung cacing. Tangan dan kaki secara intermiten mengalami kram dan produksi keringat bisa meningkat.

Diagnosa didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan.

Sindroma Stiff-person : Plasmapheresis, yaitu penyaringan substansi toksik dari darah, terkadang dilakukan tetapi biasanya tidak efektif. Tanpa terapi, gangguan ini akan bertambah berat, hingga menyebabkan kekakuan diseluruh tubuh dan disabilitas.

Sindroma Isaac : Gejala dapat diringankan dengan pemberian obat anti-konvulsan tertentu.

- R, Michael. Overview of Neuromuscular Junction Disorders. Merck Manual. 2008.