Penyakit
16-08-2019

Penyakit Jaringan Ikat Campuran

Penyakit Jaringan Ikat Campuran (Mixed Connective Tissue Disease) adalah sekumpulan tanda dan gejala yang merupakan kombinasi beberapa gangguan, seperti Lupus Eritematosus SistemikSkleroderma, dan Polimiositis.

Sekitar 80% kasus terjadi pada wanita. Penyakit ini bisa mengenai siapa saja termasuk anak-anak, tetapi lebih sering terjadi pada wanita yang berusia kurang dari 30 tahun.

Penyebabnya tidak diketahui, diduga merupakan suatu reaksi autoimun.

Tanda dan gejala awal penyakit seringkali terjadi pada tangan. Jari-jari tampak membengkak seperti sosis, dan ujung-ujung jari bisa berubah warna menjadi putih dan terasa baal (fenomena Raynaud). Pada tahap lanjut, penyakit bisa mengenai berbagai organ, seperti paru-paru, jantung, dan ginjal.

Gejala-gejala awal penyakit jaringan ikat campuran bisa berupa :

  • Perasaan tidak enak badan, bisa disertai oleh rasa lelah dan demam ringan.
  • Jari-jari terasa dingin dan baal.
  • Jari-jari dan tangan membengkak
  • Nyeri otot
  • Peradangan sendi (artritis).
  • Kelemahan otot, terutama pada otot bahu dan pinggul. Penderita menjadi sangat sulit untuk mengangkat lengan, menaiki tangga, dan bangun dari posisi duduk.
  • Kesulitan menelan
  • Heartburn (rasa terbakar/rasa panas di dada)
  • Sesak nafas

Penyakit jaringan ikat campuran bisa menimbulkan komplikasi serius berupa gangguan paru, penyakit jantung, dan gagal ginjal.

Adanya penyakit jaringan ikat campuran diduga jika terdapat gejala-gejala penyakit lupus, skleroderma, dan polimiositis yang bersamaan.

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan antara lain :

  • Pemeriksaan darah, untuk mendeteksi adanya antibodi tertentu.
  • Jika gangguan telah mengenai organ-organ tertentu, maka bisa dilakukan pemeriksaan lain seperti MRI (Magnetic Resonance Imaging) atau biopsi otot.

Pengobatan yang diberikan mirip dengan pengobatan pada penyakit lupus. Penyakit yang ringan dapat diatasi dengan obat anti-peradangan non-steroid (NSAID) atau kortikosteroid dalam dosis yang sangat rendah. Namun, karena risiko terjadinya efek samping yang berat, maka pengobatan harus dilakukan setelah diagnosa dipastikan dan sesuai dengan petunjuk dokter.

Umumnya, jika penyakit semakin berat dan kerusakan organ yang terjadi semakin hebat, maka pengobatan akan menjadi semakin kurang efektif.

Orang-orang dengan penyakit jaringan ikat campuran juga lebih berisiko untuk mengalami atherosklerosis. Untuk itu, penderita perlu dimonitor dengan ketat.

- H, Rula A. Mixed Connective Tissue Disease (MCTD). Merck Manual Handbook. 2013.

- Mayo Clinic. Mixed Connective Tissue Disease. 2012.