Penyakit
23-02-2018

Ketamin

Ketamin merupakan obat yang digunakan untuk anestesi. Namun, ada orang-orang yang menggunakannya secara ilegal, yaitu dengan menghirupnya atau menyuntikkannya sendiri ke dalam pembuluh darah, otot, atau ke bawah kulit.

Ketamin memiliki efek halusinogenik, yang mempengaruhi pikiran, persepsi, dan emosi pemakainya, dimana mereka seperti melihat atau mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Karena efek inilah, ada orang yang menggunakan ketamin untuk bisa merasa "fly".

Ketamin, seperti kebanyakan halusinogen lainnya, tidak menimbulkan ketergantungan fisik, tetapi obat ini akan menyebabkan ketergantungan psikologis. Toleransi pada ketamin terjadi dengan cepat, dan untuk pemakaian rutin setiap hari, bisa terjadi gejala-gejala putus obat, seperti kecemasan, sesak nafas, dan tendensi seperti skizofrenia. Adanya gangguan lain yang menyertai, seperti depresi berat, kecemasan, atau gangguan makan bisa memperkuat efek obat dan ketergantungannya.

Ketamin mengurangi persepsi nyeri dan menimbulkan rasa mabuk dan euforia, yang seringkali diikuti oleh timbulnya kecemasan. Pada dosis tinggi, pengguna mengalami penyimpangan persepsi akan tubuhnya, lingkungan di sekitarnya, dan waktu. Mereka merasa terpisah-pisah atau seperti tidak nyata (depersonalisasi), dan merasa terlepas dari lingkungan sekitarnya (disosiasi).

Pada dosis yang lebih tinggi, bisa terjadi halusinasi dan waham paranoid. Selain itu, perasaan terlepas dari bumi juga semakin kuat. Pengguna ketamin seringkali menyebut pengalaman ini sebagai k-hole. Mereka bisa menjadi agresif dan hilang koordinasi. Otot-otot tubuh bisa bergetar dan tersentak-sentak. 

Pemakaian ketamin dalam dosis yang sangat tinggi bisa mengancam nyawa, karena menyebabkan suhu tubuh meningkat (hipertermia), tekanan darah menjadi sangat tinggi, detak jantung menjadi cepat, kejang, dan koma. Ketamin juga bisa mengganggu daya ingat selama beberapa jam.

Ketertarikan pada efek psikotropik dan halusinogenik dari ketamin membuat penggunanya mengalami ketergantungan secara mental. Ada beberapa tanda yang sering ditemukan saat seseorang menggunakan ketamin, antara lain :

  • kecemasan
  • sulit berbicara
  • eritema (kemerahan pada kulit)
  • depresi
  • gerakan mata yang cepat
  • perasaan kebal/tak terkalahkan

Tidak ada pemeriksaan yang dapat memastikan dengan cepat adanya ketamin di dalam tubuh seseorang.

Biasanya untuk membantu pemulihan, penderita ditenangkan dan ditempatkan pada lingkungan yang tenang. Pengobatan bisa diberikan oleh dokter untuk mengatasi kejang yang mungkin terjadi. Efek ketamin biasanya akan mereda dalam waktu sektiar 30 menit.

- O, Patrick G. Ketamine. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.

- Ketamine Abuse. 2013. www.addictionhope.com