Penyakit
23-02-2018

Gangguan Bipolar pada Anak

Gangguan bipolar (terkadang disebut juga penyakit manik-depresif) merupakan gangguan otak yang menyebabkan adanya perubahan mood dan energi yang tidak biasa. Ada periode kegembiraan hebat dan eksitasi (mania) bergantian dengan periode depresi. Mungkin bisa terdapat mood yang normal diantara kedua periode ini.

Anak-anak normalnya memiliki mood yang cukup sering berubah, mulai dari yang senang dan aktif sampai murung dan diam. Perubahan mood ini jarang sekali merupakan suatu gangguan kesehatan mental. Gangguan bipolar jauh lebih berat daripada perubahan mood yang normal, dan mood yang terjadi berlangsung lebih lama, seringkali sampai beberapa minggu atau bulan.

Gangguan bipolar jarang terjadi pada anak-anak. Gangguan bipolar biasanya mulai terjadi saat masa remaja atau awal masa dewasa. Gangguan bipolar pada remaja mirip dengan gangguan bipolar pada orang dewasa.

Penyebab terjadinya gangguan bipolar belum diketahui, tetapi tendensi untuk mengalami gangguan bipolar bisa diturunkan. Gangguan ini mungkin berkaitan dengan kelainan pada zat-zat kimia di otak. Gangguan bipolar bisa dimulai setelah ada suatu kejadian berat yang dialami, meskipun kejadian tersebut tidak merupakan penyebab terjadinya gangguan bipolar, tetapi dapat menjadi pemicu terjadinya episode manik-depresif.

Gejala-gejala utama gangguan bipolar adalah adanya episode-episode dimana seseorang merasa sangat gembira (mania) dan terkadang terdapat episode-episode depresi.

Mania adalah suatu keadaan dimana terdapat perasaan sangat senang, melambung, dan rasa kebesaran (anak merasa bahwa dirinya memiliki bakat yang hebat atau telah membuat penemuan penting). Anak merasa sangat berenergi. Ada banyak ide yang dipikirkan, sampai tidak tahu apa yang harus ia kerjakan lebih dulu. Anak menjadi banyak berbicara. Saat episode manik, anak bisa menjadi sulit tidur, tetapi tidak merasa lelah. Anak juga bisa menjadi agresif dan mudah marah.

Kemudian, tanpa peringatan, terjadi episode depresi. Anak menjadi merasa begitu sedih, semuanya tampak begitu buruk, gelap dan berat. Anak menjadi kehilangan minat pada aktivitas yang biasa ia kerjakan sehari-hari, tidur lebih banyak dari biasanya, dan berpikir atau bergerak lebih lambat dari biasanya. Tidak ada sesuatu yang dirasakannya baik. Terdapat rasa putus asa dan rasa bersalah yang melimpah dalam dirinya. Ia merasa bahwa dirinya seperti terperangkap di dalam lubang gelap selamanya. Tetapi kemudian, episode manik bisa terjadi kembali, dan demikian seterusnya. Anak-anak dengan gangguan bipolar tampak normal diantara kedua episode tersebut (manik-depresif).

Diagnosa didasarkan pada deskripsi yang khas dari episode-episode yang terjadi oleh anak dan orang tuanya. Karena gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas juga dapat menimbulkan gejala yang serupa, maka penting untuk membedakan keduanya. Perlu dilakukan berbagai pemeriksaan untuk menyingkirkan gangguan lain yang dapat menimbulkan gejala yang serupa, misalnya pemeriksaan riwayat medis untuk melihat adanya pemakaian obat-obat tertentu atau pemeriksaan darah untuk melihat apakah terdapat aktivitas yang berlebihan dari kelenjar tiroid.

Gangguan bipolar diatasi dengan pemberian obat-obatan, seperti obat untuk menstabilkan mood. Obat ini mengurangi kecenderungan perubahan suasana hati pada sekitar 70% penderita. Namun, ada efek samping yang bisa terjadi, seperti tremor, kedutan otot, mual, muntah, diare, rasa haus, banyak berkemih, pertambahan berat badan, penurunan kadar hormon tiroid di dalam darah, kejang atau bahkan gangguan irama jantung. Efek samping ini lebih sering terjadi pada penderita usia lanjut.

Selain dengan obat-obatan, psikoterapi individu dan keluarga juga dapat dilakukan untuk membantu anak dan keluarganya agar bisa menerima dan mengatasi gangguan yang ada.

- J, Hugh F. Bipolar Disorder in Children (Manic Depressive Illness). Merck Manual. 2009.

- L, D'Arcy. Bipolar Disorder. Kids Health. 2012.

- National Institute of Mental Health. Bipolar Disorder in Children and Teens.

Medicine Net. 2009.