Penyakit
23-02-2018

Tics

Tic merupakan gerakan-gerakan cepat, tidak bertujuan, berulang-ulang, dan tidak disadari yang identik antara satu gerakan dengan gerakan lainnya. Gerakan-gerakan ini dapat ditahan tetapi hanya sebentar dengan upaya sadar. 

Tics, terutama tic sederhana, dapat terjadi dengan sendirinya. Banyak tics yang mulai terjadi saat anak-anak dan menghilang dengan sendirinya. Tis juga dapat muncul sebagai bagian dari gangguan lainnya, misalnya penyakit Huntington, gangguan obsesif-kompulsif, infeksi tertentu, atau stroke. Beberapa obat dan toksin juga dapat menyebabkan timbulnya tic.

Sebelum tic terjadi, penderita dapat merasakan dorongan yang sangat untuk melakukan tic. Dorongan ini mirip dengan ketika seseorang hendak bersin atau menggaruk bagian tubuh yang gatal. Ketegangan terjadi, biasanya pada bagian tubuh yang terkena. Ketika tic terjadi, mereka akan merasa lega seketika.

Tic terkadang dapat ditunda untuk beberapa detik atau menit, tetapi biasanya dorongan tersebut menjadi tidak tertahankan. Kebanyakan penderita mengalami masalah dalam mengendalikan tics, terutama saat mengalami stress. Namun, beberapa orang dapat menekan tic, biasanya dengan susah payah. Memberikan perhatian pada tic, terutama pada anak-anak, dapat membuat tic semakin parah.

Tic bisa bersifat sederhana atau kompleks. Tic yang sederhana bisa berupa gerakan mengedip-ngedipkan mata, menyeringai, atau menyentak-nyentakkan kepala. Tic yang bersifat kompleks bisa berupa gerakan-gerakan yang terjadi pada sindroma Tourette.

Diagnosa tics dapat dibuat berdasarkan gejala-gejala yang ada.

Untuk tic sederhana, khususnya pada anak-anak, seringkali tindakan yang paling baik adalah dengan membuat penderita tenang, misalnya dengan sebisa mungkin memberi sedikit perhatian pada tic. Suntikan toksin botulinum pada otot yang terkena adakalanya bisa dilakukan untuk melumpuhkan otot tersebut, sehingga mencegah terjadinya tic.

- E. David, P. Michael. Tics. Merck Manual Home Health Handbook. 2007.