Penyakit
23-02-2018

Efek Penuaan pada Sistem Kekebalan Tubuh

Sistem kekebalan tubuh berubah sepanjang hidup. Pada waktu lahir, imunitas tubuh belum sepenuhnya berkembang. Tetapi, bayi baru lahir memiliki antibodi yang didapat dari ibunya melalui plasenta selama kehamilan. Antibodi ini melindungi bayi baru lahir melawan infeksi sampai sistem kekebalan tubuh mereka sendiri berkembang sepenuhnya. Bayi baru lahir juga menerima antibodi melalui ASI dari ibunya.

Semakin menuanya seseorang, sistem kekebalan tubuh menjadi kurang efektif. Sistem kekebalan tubuh menjadi kurang dapat membedakan dirinya dengan yang bukan dirinya (antigen). Akibatnya, sering terjadi kelainan autoimun. Makrofag menjadi lebih lambat dalam membunuh bakteri, sel kanker, dan antigen lain. Perlambatan ini dapat menjadi suatu penyebab mengapa kanker lebih sering terjadi pada orang yang lebih tua. Sel limfosit T lebih lambat dalam memberi respon terhadap antigen, dan hanya sedikit sel darah putih yang mampu memberi respon terhadap adanya antigen baru. Dengan begitu, jika orang yang sudah tua terpapar suatu antigen baru, tubuh menjadi kurang dapat mengenali dan melawannya.

Orang yang sudah tua memiliki jumlah protein komplemen yang lebih sedikit daripada orang yang lebih muda, terutama saat terjadi infeksi bakteri. Terdapat penurunan jumlah antibodi yang dihasilkan sebagai respon terhadap antigen. Selain itu, antibodi juga menjadi kurang dapat berikatan dengan antigen. Perubahan ini dapat menjelaskan mengapa infeksi paru-paru, influensa, endocarditis, dan tetanus lebih sering terjadi pada orang yang sudah tua dan sering menyebabkan kematian. Selain itu, pemberian vaksin pada orang yang sudah tua kurang efektif dalam menghasilkan kekebalan seperti yang diharapkan. Adanya perubahan-perubahan fungsi kekebalan tubuh ini berkontribusi pada kerentanan orang-orang yang berusia tua untuk terkena infeksi dan kanker. 

- D, Peter J. Effects of Aging on the Immune System. Merck Manual. 2008.