Penyakit
23-02-2018

Kandidiasis Mukokutaneus Kronis

Kandidiasis mukokutaneus kronis merupakan suatu penyakit imunodefisiensi herediter (diturunkan) yang disebabkan oleh kelainan pada limfosit T.

Adanya kelainan pada limfosit T menyebabkan penurunan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi jamur, termasuk diantaranya infeksi jamur Candida. Akan tetapi kemampuan untuk melawan infeksi lainnya tetap ada.

Infeksi Candida biasanya dimulai sejak bayi tetapi kadang baru terjadi saat dewasa muda. Infeksi Candida terjadi pada mulut, kulit kepala, kulit, dan kuku. Selain itu juga dapat mengenai kelopak mata, saluran pencernaan, dan vagina. Infeksi internal oleh Candida lebih jarang terjadi.

Infeksi Candida cenderung menetap dan sulit untuk diobati. Gejala yang paling sering ditemukan pada bayi biasanya infeksi pada mulut dan ruam popok. Kandidiasis pada kulit kepala dapat menyebabkan rambut menjadi rontok. Kebanyakan penderita juga memiliki gangguan pada sistem endokrin, seperti hipoparatiroidisme, penyakit Addison, dan penyakit Graves. Beberapa penderita juga bisa mengalami hepatitis dan gangguan paru-paru.

Diagnosis dapat dibuat dengan memeriksa sampel dari area yang terinfeksi menggunakan mikroskop dan mengidentifikasi adanya jamur.

Setelah diagnosis dipastikan, infeksi biasanya dikendalikan dengan pemberian obat anti-jamur yang dioleskan pada kulit. Tetapi, jika infeksi menetap, maka dokter juga bisa memberikan obat anti-jamur yang diminum. 

Contoh obat anti jamur topikal yang dioleskan pada kulit adalah: Clotrimazole, Miconazole, Ketoconazole, Bifonazole dan Terbinafine. Efek samping dari obat anti jamur topikal adalah: rasa gatal, sensasi rasa panas yang ringan dan kemerahan. Hentikan pemakaian bila efek yang dialami berat dan segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan alternatif obat lainnya.

Contoh obat jamur yang dikonsumsi secara oral adalah Ketoconazole dan Nystatin. Dosis masing-masing obat bergantung pada setiap penyakit yang dialami, oleh karena itu sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.
Efek samping obat anti jamur yang ringan dan hanya berlangsung sebentar antara lain: sakit perut, diare, kembung, gangguan pencernaan, sakit kepala, dan kemerahan di kulit. Selain itu, ada juga efek samping yang berat seperti:

  • Reaksi alergi, seperti bengkak pada wajah, leher atau lidah serta sulit untuk bernapas
  • Reaksi kulit yang berat, seperti kulit mengelupas atau timbul blister
  • Bila mengalami efek samping diatas, maka hentikan pemakaian obat dan segera konsultasikan ke dokter. Penderita perlu segera dibawa ke bagian gawat darurat rumah sakit, terutama jika sampai mengalami kesulitan bernapas. Pemakaian dan pemilihan obat anti-jamur sebaiknya dilakukan atas indikasi dan petunjuk dokter.

    - B, Rebecca H. Chronic Mucocutaneous Candidiasis. Merck Manual. 2008.

    - Nhs.uk. Antifungal medicines. 2012.