Penyakit
23-02-2018

Sinar-X Pada Rongga Mata

Rongga mata adalah rongga yang merupakan rumah dari mata, kelenjar air mata, beserta pembuluh darah, saraf, otot dan lemak. Karena rongga mata dibentuk oleh tulang yang tipis mudah patah, maka pada umumnya setelah terjadi trauma pada muka dilakukan pemeriksaan foto sinar-X pada daerah tersebut. Pemeriksaan ini juga berguna untuk mendiagnosa adanya penyakit pada mata dan rongga mata.

Sumber : http://www.superstock.com

Pemeriksaan foto sinar-X khusus bisa memperlihatkan benda asing pada rongga mata atau mata yang tidak dapat dilihat. Pada beberapa kasus, foto sinar-X digunakan bersama dengan CT scan (Computed Tomography Scan) dan pemeriksaan ultrasonografi untuk menggambarkan keabnormalan lebih baik.

Pemeriksaan foto sinar-X pada rongga mata bisa dilakukan untuk :

  1. Membantu mendeteksi patah tulang dan penyakit pada rongga mata.
  2. Membantu melihat letak benda asing pada mata

Hal-hal yang perlu diketahui sebelum pemeriksaan :

  • Pemeriksaan foto sinar-X pada rongga mata tidak menimbulkan rasa nyeri, kecuali jika terdapat trauma pada kepala, di mana rasa nyeri bisa muncul pada saat memposisikan kepala.
  • Anda bisa diminta untuk mengubah posisi kepala, misalnya menolehkan kepala dari satu sisi ke sisi yang lain, menekuk atau menengadahkan kepala.

Hal-hal yang terjadi pada pemeriksaan foto sinar-X rongga mata :

  1. Anda akan diposisikan pada meja pemeriksaan atau duduk di kursi.
  2. Jangan bergerak selama penyinaran, agar didapatkan hasil yang jelas.
  3. Biasanya, foto sinar-X diambil secara serial dari berbagai sudut.
  4. Hasil pemeriksaan foto sinar-X akan diproses dan diperiksa lebih dulu sebelum Anda meninggalkan tempat pemeriksaan.

Rongga mata memiliki bagian atap, dasar, dan dinding. Tulang pada bagian atap dan dasar rongga mata sangat tipis. Pada kenyataannya ketebalan tulang atap rongga mata bisa kurang dari 1 milimeter. Bagian dinding rongga mata lebih tebal. Hasil pemeriksaan foto sinar-x harus bisa menunjukkan apakah terdapat patah pada tulang-tulang rongga mata tersebut atau masalah lainnya.

Pada trauma muka biasanya patah tulang dapat terjadi pada struktur tulang yang tipis, misalnya pada dasar rongga mata dan tulang ethmoidalis. Adanya pembesaran pada rongga mata biasanya mengindentifikasi adanya kelainan tertentu, misalnya pertumbuhan tumor. Destruksi pada dinding rongga mata mengindikasikan adanya tumor ganas atau infeksi. Tumor jinak atau kista memberi gambaran berupa lekukan halus pada dinding rongga mata.