Penyakit
23-02-2018

Bau Mulut (Halitosis)

Halitosis ditandai dengan napas tak sedap yang terjadi konsisten. Bau tak sedap dapat disebabkan oleh bakteri yang berasal dari partikel makanan yang membusuk yang tertinggal di dalam mulut. Komponen sulfur dari makanan yang membusuk menyebabkan bau tidak sedap. Suatu penyakit juga dapat menyebabkan napas tak sedap.

Halitosis sendiri ada yang bersifat fisiologis (wajar) dan patologis (tidak wajar). Halitosis yang bersifat fisiologis tidak membutuhkan perawatan khusus. Contoh dari halitosis fisiologis adalah morning breath, yaitu bau nafas pada saat bangun pagi.

Sedangkan pada halitosis bersifat patologis, ada faktor penyebab timbulnya bau mulut yang harus diatasi secara khusus agar keluhan ini hilang. Secara umum, penyebab timbulnya halitosis dibedakan menjadi intraoral (faktor penyebabnya bersumber dari dalam rongga mulut) dan ekstraoral (penyebab bukan berasal dari rongga mulut). 90% halitosis bersumber dari rongga mulut, sedangkan 10% sisanya bersumber dari faktor lain, seperti infeksi di hidung dan rongga sinus, gangguan lambung, atau pada individu dengan diabetes melitus, gagal ginjal dan gangguan hati.

Berikut penyebab-penyebab bau mulut :

- Makanan (misalnya bawang mentah, bawang putih)
- Vitamin (terutama dalam dosis tinggi)
- Kebersihan gigi yang jelek
- Gigi karies
- Merokok
- Alkohol
- Infeksi pada mulut atau tenggorokan
- Sinusitis
- Infeksi paru-paru
- Sindroma Sjogren- Penyakit gusi (gingivitis, gingivostomatitis)
- Abses gigi
- Impaksi gigi
- Benda asing di hidung (pada anak-anak)
- Obat-obatan (paraldehid, triamteren dan obat bius yang dihirup, suntikan insulin) 

Penyakit-penyakit lain yang bisa menyebabkan bau mulut:
- Gingivitis ulseratif nekrotisasi akut
- Mukositis ulseratif nekrotisasi akut
- Gagal ginjal akut
- Penyumbatan usus
- Bronkiektasis
- Gagal ginjal kronis
- Diabetes melitus
- Kanker kerongkongan
- Karsinoma lambung
- Fistula gastrojejunokolik
- Ensefalopati hepatikum
- Ketoasidosis diabetikum
- Abses paru
- Ozena
- Penyakit periodontal
- Faringitis
- Divertikulum Zenker.

Bau nafas tercium tidak enak, tidak menyenangkan atau menusuk hidung.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik yang menyeluruh pada mulut dan hidung.

- Biakan tenggorokan dilakukan jika terdapat luka di tenggorokan atau di mulut.

- Halimeter untuk mengukur kadar VSC atau test bakteri.

Halimeter tes bau mulut

Gambar Alat Halimeter

Sumber : www.identalhub.com

Pemeriksaan lainnya yang mungkin perlu dilakukan jika terdapat kecurigaan akan penyakit tertentu sebagai penyebabnya adalah:
- Endoskopi
- Rontgen perut
- Rontgen dada

 

Daun parsley segar atau permen mint bisa menghilangkan bau mulut yang bersifat sementara.

Pengobatan yang khusus tergantung kepada penyakit yang menyebabkan terjadinya bau mulut.

Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya bau mulut:

  • Sikat gigi paling sedikit dua kali sehari, menggunakan pasta gigi mengandung fluoride. Yakinkan menyikat di sepanjang garis gusi.

Sikat gigi mencegah bau mulut

Sikat Gigi Minimal 2x/Hari Dapat Mencegah Halitosis

Sumber : www.healthtap.com

  • Gunakan alat pembersih lidah dan bersihkan bagian depan sampai belakang lidah.
  • Bersihkan kotoran diantara gigi paling sedikit sekali dalam sehari.
  • Hindari penggunaan produk tembakau. Beberapa jenis tembakau dapat menyebabkan halitosis.
  • Kunyah permen karet bebas gula atau minum air agar produksi saliva tetap berlangsung.
  • Gigi palsu: sikat gigi palsu dan rendam setiap malam dalam larutan desinfektan.
  • Melakukan pembersihan gigi dua kali dalam setahun.
  • Minum cukup cairan, hindari minum kopi terlalu banyak.
  • Makan cukup sayur segar dan berserat.
  • Gunakan obat kumur yang dianjurkan dokter atau farmasis.
  • Hindari makanan yang dapat menyebabkan napas tak sedap.
  • Obat kumur tidak efektif dalam mengatasi penyebab bau mulut dan penggunaan obat kumur yang mengandung alkohol konsentrasi tinggi bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker mulut
  • Berhenti merokok
  1. Bad breath: Causes and tips for controlling it. American Dental Association. http://jada.ada.org. Accessed Oct. 15, 2012.
  2. Rosing CK, et al. Halitosis: An overview of epidemiology, etiology and clinical management. Brazilian Oral Research. 2011;25:466.
  3. What is halitosis? Academy of General Dentistry. http://www.knowyourteeth.com/infobites/abc/article/?abc=H&iid=306&aid=1254. Accessed Oct. 15, 2012.
  4. Bollen CML, et al. Halitosis: The multidisciplinary approach. International Journal of Oral Science. 2012;4:55.
  5. Sheridan PJ (expert opinion). Mayo Clinic, Rochester, Minn. Oct. 30, 2012.