Penyakit
23-02-2018

Histerosalfingografi

Histerosalfingografi (hysterosalphingography) adalah pemeriksaan terhadap rahim saluran fallopi dan struktur disekitarnya dengan menggunakan sinar-x. Pada histerosalfingografi penyinaran dilakukan setelah dokter menyuntikkan cairan kontras khusus ke dalam rahim dan tuba fallopi. Cairan kontras tersebut memiliki sifat yang membuatnya bisa terlihat pada pemeriksaan sinar-x.

Foto sinar-x pada rahim dan tuba fallopi pada umumnya dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan terhadap ketidaksuburan. Walaupun ultrasonografi dapat menggantikan pemeriksaan ini untuk mendeteksi adanya benda asing, misalnya alat yang tersangkut di dalam rahim, tetapi ultrasonografi tidak dapat mengevaluasi patensi tuba (saluran) dengan jelas, yang merupakan tujuan utama pemeriksaan histerosalfingografi.

Pemeriksaan histerosalfingografi bisa dilakukan untuk :

  1. mendeteksi kelainan pada tuba, misalnya perlengketan dan penyumbatan
  2. mendeteksi kelainan pada rahim, misalnya adanya benda asing, kelainan kongenital dan luka trauma
  3. mendeteksi adanya perlekatan peritubal atau fistula
  4. membantu mengevaluasi keguguran janin atau fistula
  5. memeriksa hasil pembedahan, terutama prosedur perbaikan rahim dan rekonstruksi tuba

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum pemeriksaan :

  1. Katakan pada dokter atau petugas medis jika Anda memiki gangguan pembekuan darah, alergi terhadap kerang-kerangan, yodium, atau cairan kontras pada pemeriksaan medis lainnya.
  2. Persiapkan diri karena saat pemeriksaan dapat terasa kram yang sedang. Untuk itu, sebelumnya bisa diberikan obat penenang ringan.
  3. Pemeriksaan histerosalfingografi tidak boleh dilakukan pada wanita yang sedang menstruasi atau wanita dengan perdarahan per vagina yang tidak terdiagnosa.
  4. Pemeriksaan histerosalfingografi bisa memiliki risiko terjadinya perforasi rahim dan adanya paparan terhadap radiasi.
  5. Sebelum pemeriksaan dilakukan, Anda perlu menandatangani surat yang menyatakan persetujuan diri untuk melakukan tes histerosalfingografi. Pastikan untuk membaca surat ini dengan baik dan tanyakan bila ada bagian yang tidak Anda mengerti.

Hal-hal yang terjadi saat pemeriksaan :

  1. Anda akan diposisikan berbaring pada meja pemeriksaan dengan kedua kaki terbuka dan terpasang pada pedal. Dokter kemudian memasukkan spekulum pada vagina dan membersihkan leher rahim.
  2. Kateter kemudian dimasukkan ke leher rahim, dan cairan kontras disuntikkan melalui kateter. Setelah itu, dilakukan foto sinar-x.
  3. Katakan pada perawat jika Anda merasa sesuatu, seperti panas, nyeri, atau mual. Namun biasanya, rasa ini akan segera menghilang.

Normalnya hasil pemeriksaan akan memperlihatkan rongga rahim yang simetris. Cairan kontras berjalan melalui tuba fallopi dengan diameter yang normal, keluar dengan bebas ke rongga peritoneal dan tidak ada kebocoran pada rahim.

Jika terdapat kelainan, maka bisa ditemukan adanya :

  • Gambaran rahim yang tidak simetris, bisa karena adanya perlekatan atau massa di dalam rahim, misalnya jaringan ikat atau benda asing.
  • Kegagalan aliran kontras melalui tuba fallopi, bisa karena sumbatan parsial atau total.
  • Kebocoran cairan kontras melalui dinding rahim, yang bisa merupakan suatu fistula.

Temuan-temuan tersebut bisa dikonfirmasi dengan tindakan laparoskopi dengan zat kontras.