Penyakit
23-02-2018

CT Scan Tulang Belakang

Pemeriksaan CT scan merupakan suatu pemeriksaan pencitraan yang bersifat non-invasif, yang menggabungkan foto sinar-X dan teknologi komputer untuk menghasilkan gambaran tubuh dalam berbagai aksis (horizontal atau aksial).

Pemeriksaan CT scan dapat menunjukkan gambaran detail bagian tubuh yang diperiksa, misalnya tulang, otot, lemak, dan organ-organ tubuh. Hasil pemeriksaan CT scan lebih detail dibandingkan foto rontgen sinar-X biasa.

Pada foto sinar-X biasa, sinar-X dipancarkan ke bagian tubuh yang diperiksa dari satu arah. Pancaran energi yang menembus tubuh kemudian ditangkap oleh lempengan berisi kertas film khusus yang dipasang di belakang bagian tubuh yang diperiksa.

Pada CT scan, sinar-X dipancarkan melingkari bagian tubuh yang diperiksa, sehingga menghasilkan gambaran dari berbagai sisi dari organ atau struktur yang sama. Informasi gambaran yang dihasilkan kemudian dikirim ke komputer untuk menginterpretasi data yang didapat dan ditampilkan ke monitor.

Sumber : www.nl.wikipedia.org

CT scan tulang belakang merupakan pemeriksaan CT scan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi yang lebih detail tentang tulang belakang dan struktur lain di sekitarnya dibandingkan dengan foto rontgen biasa.

CT scan tulang belakang bisa dilakukan untuk :

  • melihat kondisi tulang belakang
  • melihat apakah terdapat kelainan pada tulang belakang, misalnya tumor, fraktur (patah tulang), kelainan bentuk, infeksi, atau penyempitan kanalis spinalis.
  • melihat apakah terdapat herniasi diskus pada tulang belakang
  • melihat apakah terjadi fraktur kompresi pada osteoporosis
  • memeriksa adanya kelainan bawaan (kongenital)
  • melihat lebih detail kelainan yang tampak pada foto rontgen biasa
  • melihat kondisi tulang belakang setelah terapi atau operasi

Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum pemeriksaan CT scan tulang belakang :

- Informasikan ke dokter atau tenaga medis jika :

  • Terdapat riwayat paparan radiasi sebelumnya, misalnya pernah rontgen atau CT scan. Hal ini berhubungan dengan akumulasi paparan radiasi yang didapat selama waktu tertentu.
  • Baru melakukan pemeriksaan foto sinar-X dengan barium dalam waktu 4 hari sebelumnya. Barium akan mengganggu pemeriksaan untuk mendapatkan gambaran tulang belakang yang jelas.
  • Sedang hamil atau kemungkinan hamil, karena paparan radiasi bisa menyebabkan terjadinya cacat bawaan.
  • Pernah mengalami reaksi alergi terhadap zat kontras. Pemberian zat kontras berisiko menimbulkan rekasi alergi pada sebagian orang.
  • Alergi terhadap yodium. Jenis zat kontras yang paling sering digunakan adalah yang mengandung yodium. Jika seseorang memiliki alergi terhadap yodium dan diberikan kontras jenis ini, maka bisa timbul reaksi alergi, seperti mual, muntah, gatal-gatal, bersin, atau merah-merah di kulit. Pada kasus yang jarang, bisa terjadi reaksi alergi yang mengancam nyawa, yang disebut reaksi anafilaksis. Jika seseorang mengalami kesulitan bernafas saat pemeriksaan dilakukan, maka segera katakan pada dokter atau petugas medis yang memeriksa.
  • Memiliki gangguan ginjal, karena mereka lebih rentan untuk mengalami kerusakan ginjal setelah mendapatkan paparan zat kontras. Pada beberapa kasus, zat kontras bisa menyebabkan gagal ginjal, terutama jika pasien telah memiliki gangguan ginjal sebelumnya atau mengalami dehidrasi.
  • Memiliki asma
  • Mengkonsumsi metformin (obat diabetes), atau derivatnya, karena berisiko untuk mengalami asidosis metabolik (perubahan pH dalam darah) jika menjalani pemeriksaan CT scan dengan kontras. Orang-orang yang mengkonsumsi metformin harus menghentikan obat sejak 24 jam sebelum pemeriksaan sampai 48 jam sesudah pemeriksaan CT scan dengan kontras.
  • Memiliki gangguan jantung, misalnya gagal jantung
  • Memiliki alat bantu medis di dalam tubuh, misalnya alat pacu jantung (pacemaker)
  • Memiliki ketakutan dengan ruang sempit. Saat pemeriksaan seseorang harus berbaring tenang pada alat CT scan, tetapi jika terdapat ketakutan akan ruang sempit, maka bisa dipertimbangkan untuk diberikan obat penenang saat pemeriksaan. Untuk itu, perlu diatur agar ada anggota keluarga atau kerabat yang akan mengantar saat pulang.

- Pemeriksaan CT scan bisa dilakukan dengan atau tanpa kontras.
- Untuk pemeriksaan CT scan tanpa kontras, tidak perlu puasa sebelumnya. Tetapi jika dibutuhkan pemberian kontras, maka pasien harus puasa untuk waktu tertentu sebelum pemeriksaan dilakukan.
- Alat scan dilengkapi dengan intercom dan speaker, sehingga operator dapat mendengar perkataan orang yang sedang diperiksa.
- Pemeriksaan CT scan bisa dilakukan dengan atau tanpa rawat inap, tergantung kondisi masing-masing pasien.

Hal-hal yang terjadi pada saat pemeriksaan CT scan tulang belakang :

  • Jika perlu menggunakan zat kontras, maka Anda akan diminta untuk menandatangani surat persetujuan dilakukannya tindakan. Bacalah dengan seksama dan tanyakan jika ada sesuatu yang belum dimengerti.
  • Ingatkan pada dokter atau petugas yang memeriksa jika sebelumnya Anda pernah mengalami reaksi terhadap zat kontras atau memiliki alergi terhadap yodium.
  • Jika mengkonsumsi metformin, maka Anda akan diminta untuk menghentikan metformin sejak 24 jam sebelum pemeriksaan hingga 48 jam setelah pemeriksaan CT scan dengan kontras.
  • Prosedur pemeriksaan akan dijelaskan oleh petugas medis. Utarakan pertanyaan, jika ada, mengenai prosedur yang akan dilakukan.
  • Pakaian, perhiasan atau benda yang mungkin bisa mengganggu pemeriksaan harus dilepas.
  • Akan diberikan pakaian khusus untuk digunakan selama pemeriksaan.
  • Jika akan melakukan CT scan dengan kontras, maka akan dipasang jalur intravena di tangan untuk menyuntikkan zat kontras, atau untuk zat kontras yang diminum, cairan akan diberikan sebelum CT scan dimulai untuk diminum terlebih dulu.
  • Saat CT scan akan dilakukan, Anda akan diposisikan berbaring pada meja pemeriksaan. Meja pemeriksaan ini dapat bergerak menuju ke bagian tengah mesin CT scan.
  • Petugas medis yang memeriksa akan berada di ruangan lain, dimana alat pengendali mesin CT scan berada. Namun, Anda akan tetap dapat terus dilihat oleh petugas melalui sebuah jendela. Terdapat speaker di dalam alat scanner yang membuat petugas dapat berkomunikasi dan mendengar perkataan Anda.
  • Alat scanner kemudian akan mulai berputar mengelilingi bagian tubuh yang diperiksa. Sinar-X akan dipancarkan menembus tubuh untuk waktu tertentu. Selama dilakukan pemeriksaan akan terdengar suara bising dari mesin yang berputar.
  • Sinar-X yang menembus jaringan tubuh akan dideteksi oleh alat scanner dan ditransmisikan ke komputer, sehingga membentuk gambaran dari bagian tubuh yang diperiksa.
  • Sangat penting untuk tetap tenang, bernafas seperti biasa, tetapi tidak bergerak selama pemeriksaan dilakukan.
  • Saat pemeriksaan, Anda mungkin akan diminta untuk menahan nafas beberapa kali. Untuk itu, ikuti petunjuk yang dikatakan oleh petugas.
  • Jika pemeriksaan menggunakan zat kontras, maka pemeriksaan CT scan bisa dilakukan secara bertahap. Tahap pertama adalah scan polos tanpa kontras, kemudian Anda akan dikeluarkan dari mesin CT scan untuk diberikan zat kontras, kemudian dilakukan scan kedua.
  • Jika pemeriksaan menggunakan zat kontras, maka saat zat kontras disuntikkan melalui pembuluh darah mungkin akan timbul rasa hangat/panas di tubuh, rasa logam di mulut, sedikit sakit kepala, mual dan atau muntah. Efek ini biasanya hanya berlangsung selama beberapa saat.
  • Katakan pada dokter atau petugas medis jika timbul rasa sesak, sulit bernafas, baal, berkeringat, atau jantung berdebar-debar.
  • Setelah pemeriksaan CT scan selesai, Anda akan dikeluarkan dari alat pemeriksaan dan jalur intravena yang dipasang untuk menyuntikkan zat kontras akan dilepas.
  • Setelah pemeriksaan selesai, Anda akan diminta untuk menunggu selama beberapa waktu, saat petugas memastikan gambar CT scan yang diambil jelas.

Pemeriksaan CT scan itu sendiri tidak menimbulkan rasa sakit, meskipun saat mempertahankan posisi agar tidak bergerak selama pemeriksaan berlangsung mungkin bisa menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri, terutama pada kasus dimana terdapat cedera. Petugas akan sedapat mungkin membantu membuat nyaman dan menyelesaikan pemeriksaan secepat mungkin yang bisa dilakukan untuk meminimalkan rasa tidak nyaman atau nyeri yang ada.

Jika pemeriksaan CT scan menggunakan zat kontras, maka setelah pemeriksaan selesai, Anda akan dipantau untuk waktu tertentu, untuk melihat apakah terdapat efek samping atau reaksi terhadap zat kontas yang diberikan, misalnya gatal-gatal, bengkak, ruam kulit, atau sesak nafas.

Jika saat di rumah Anda merasakan adanya rasa nyeri, timbul kemerahan di kulit, atau bengkak pada tempat bekas suntikan, maka Anda harus memberitahukannya pada dokter.

Minumlah cukup air selama 24 jam pertama setelah pemeriksaan, untuk membantu mengeluarkan zat kontras yang digunakan. Selain itu, tidak ada perawatan khusus yang diperlukan setelah pemeriksaan CT scan tulang belakang. Anda bisa kembali melakukan aktivitas dan makan seperti biasa, kecuali dokter mengatakan yang sebaliknya, tergantung dari kondisi medis masing-masing orang.

- Johns Hopkins Medicine. Computed Tomography (CT or CAT) Scan of the Spine.

- S, Howard. Computed Tomography (CT) Scan of the Spine. Web MD. 2011.