Penyakit
10-10-2019

Serangan Jantung

(Sumber gambar: www.livemint.com)

Serangan jantung merupakan suatu keadaan dimana terjadi pembatasan atau pemutusan aliran darah ke jantung secara tiba-tiba, yang menyebabkan kematian jaringan otot pada jantung karena kekurangan oksigen.

Penyebab

Serangan jantung biasanya terjadi akibat sumbatan pada arteri koroner yang menyebabkan terbatasnya atau terputusnya aliran darah ke suatu bagian jantung. Jika terputusnya atau berkurangnya aliran darah ini berlangsung selama lebih dari beberapa menit, maka akan terjadi kematian jaringan jantung.

Penyebab lain dari serangan jantung :

  1. Bekuan dari bagian jantung itu sendiri. Kadang suatu bekuan terbentuk di dalam jantung, lalu pecah dan tersangkut di arteri koroner (embolus).
  2. Plak yang terbentuk dari kolesterol, biasa disebut aterosklerosis

Plak Menyumbat Arteri Sehingga Suplai Oksigen Terganggu

Sumber : medlineplus.gov

       3. Spasme arteri koroner yang menyebabkan terhentinya aliran darah, misalnya akibat obat (seperti kokain) atau merokok, tetapi terkadang penyebabnya tidak diketahui.

Gejala

Sekitar 2 dari 3 orang yang mengalami serangan jantung, beberapa hari sebelum terjadinya serangan merasakan nyeri dada yang hilang-timbul, sesak nafas atau kelelahan. Nyeri dada semakin sering muncul bahkan setelah melakukan aktivitas fisik yang ringan.

Nyeri bisa dirasakan di tengah dada dan menjalar ke punggung, rahang, atau lengan kiri; atau yang lebih jarang menjalar ke lengan kanan. Nyeri juga bisa timbul di tempat-tempat tersebut tanpa nyeri dada sama sekali. Terkadang nyeri dirasakan di daerah perut dan disalahartikan sebagai salah makan, terutama karena setelah penderita bersendawa nyeri agak berkurang atau hilang untuk sementara waktu.

Gejala lain serangan jantung yang bisa ditemukan adalah rasa seperti akan pingsan dan jantung berdebar-debar. Irama jantung yang abnormal (aritmia) bisa mempengaruhi kemampuan jantung dalam memompa darah atau bahkan bisa menyebabkan henti jantung, sehingga terjadi penurunan kesadaran atau kematian.

Selama serangan jantung, penderita bisa merasa gelisah, berkeringat, cemas, dan bisa merasa ajalnya akan segera tiba. Bibir, tangan dan kaki bisa tampak kebiruan. Penderita usia lanjut bisa mengalami disorientasi (linglung).

Diagnosis

Jika seorang pria yang berusia diatas 35 tahun atau seorang wanita yang berusia di atas 50 tahun mengeluh nyeri dada, maka bisa dipertimbangkan kemungkinan adanya serangan jantung. Diagnosis serangan jantung bisa diperkuat dengan melakukan pemeriksaan sebagai berikut :

  1. EKG (elektrokardiogram) atau ECG (electrocardiogram)
  2. Pemeriksaan darah, untuk menentukan kadar enzim tertentu yang dilepaskan ke dalam darah jika terjadi kerusakan jantung.
  3. Echokardiogram, untuk melihat petunjuk adanya kerusakan akibat serangan jantung.
  4. Radionuclide imaging, bisa menunjukkan penurunan aliran darah ke salah satu bagian otot jantung, yang merupakan petunjuk adanya jaringan parut (jaringan yang mati) akibat serangan jantung.

EKG

Sumber : www.ecgquest.net

Echokardiogram

Sumber : www.heart.org

Pengobatan

Serangan jantung merupakan suatu keadaan darurat. Separuh kematian akibat serangan jantung terjadi dalam waktu 3-4 jam pertama setelah terjadinya gejala. Semakin cepat pertolongan diberikan, semakin besar kemungkinan penderita dapat tertolong.

Seseorang yang diduga mengalami serangan jantung biasanya perlu dirawat di unit perawatan jantung, dan untuk menilai kerusakan jantung, dilakukan pemantauan ketat terhadap irama jantung, tekanan darah dan jumlah oksigen dalam darahnya.

Pengobatan Serangan Jantung Awal

Jika sumbatan arteri koroner dapat segera diatasi, maka jaringan jantung dapat diselamatkan. Bekuan darah dalam arteri seringkali dapat dilarutkan dengan terapi trombolitik. Agar efektif, terapi diberikan secara intravena dalam waktu 6 jam setelah terjadinya gejala serangan jantung; karena jika sudah lebih dari 6 jam, beberapa kerusakan bersifat menetap.

Terapi trombolitik bisa menyebabkan perdarahan, sehingga biasanya tidak diberikan kepada penderita yang:
- mengalami perdarahan saluran pencernaan
- memiliki tekanan darah tinggi yang berat
- baru menderita stroke
- baru menjalani pembedahan

Beberapa rumah sakit menggunakan angioplasti atau pembedahan bypass arteri koroner segera setelah terjadi serangan jantung.

Pengobatan Serangan Jantung Lanjutan

Seseorang yang baru mengalami serangan jantung, harus menjalani tirah baring di dalam ruangan yang tenang selama beberapa hari; karena kegembiraan, aktivitas fisik dan stres emosional bisa memperberat kerja jantung. 

Prognosis

Sebagian besar penderita yang bertahan hidup selama beberapa hari setelah serangan jantung dapat mengalami pemulihan total; tetapi sekitar 10% meninggal dalam waktu 1 tahun. Kematian terjadi dalam waktu 3-4 bulan pertama, terutama pada penderita yang kembali mengalami angina, aritmia ventrikuler dan gagal jantung.

Pencegahan

Pencegahan serangan jantung sedapat mungkin mengurangi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit arteri koroner, terutama yang dapat diubah oleh penderita:

  1. Berhenti merokok
  2. Menurunkan berat badan
  3. Mengendalikan tekanan darah
  4. Menurunkan kadar kolesterol darah dengan diet atau dengan obat
  5. Melakukan olah raga secara teratur

 

Referensi:

- W, James W. Acute Coronary Syndromes (Heart Attack; Myocardial Infarction;

Unstable Angina). Merck Manual Home Health Handbook. 2013.