Penyakit
29-11-2019

Perikarditis Kronis

Perikarditis kronis merupakan peradangan perikardium (selaput jantung) yang terjadi secara perlahan-lahan, untuk waktu lama, dan menyebabkan akumulasi cairan pada ruang perikardium atau penebalan perikardium.

Perikarditis dikatakan sebagai kronis jika berlangsung lebih dari 6 bulan. Ada 2 jenis utama perikarditis kronis, yaitu :

  1. Perikarditis kronis efusif, dimana terjadi akumulasi cairan secara perlahan-lahan pada ruang perikardium, yaitu ruangan yang terletak di antara kedua lapisan perikardium yang meliputi jantung.
  2. Perikarditis konstriktif kronis (jarang terjadi), biasanya akibat pembentukan jaringan fibrosa (seperti jaringan parut) pada perikardium yang cenderung memberi penekanan pada jantung, sehingga jantung tidak dapat terisi darah dengan normal dan bisa menyebabkan gagal jantung.

Penyebab

Penyebab terjadinya perikarditis kronis, baik jenis efusif maupun konstriktif, biasanya tidak diketahui. Namun, ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan terjadinya perikarditis efusif kronis, antara lain : kanker, tuberkulosis, atau hipotiroidisme. Penyebab paling sering terjadinya perikarditis konstriktif kronis antara lain : infeksi virus dan terapi radiasi yang diberikan untuk kanker payudara atau limfoma di dada.

Perikarditis konstriktif kronis juga bisa terjadi akibat berbagai kondisi yang menyebabkan perikarditis akut, misalnya rheumatoid artritis, lupus eritematosus sistemik, riwayat cedera, pembedahan jantung, atau infeksi bakteri.

Gejala

Perikarditis kronis biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri. Gejala-gejala perikarditis kronis yang bisa ditemukan antara lain sesak napas, batuk, kelelahan, serta penimbunan cairan, misalnya di perut dan tungkai.

Perikarditis efusif kronis bisa hanya menimbulkan sedikit gejala jika penimbunan cairan terjadi secara perlahan. Namun, jika cairan terkumpul dengan cepat, maka jantung bisa tertekan dan bisa terjadi tamponade jantung.

 

Diagnosis

Diagnosis didasarkan dari gejala-gejala yang ada, terutama jika tidak ditemukan adanya penyebab lain penurunan kerja jantung. Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan :

  1. Ekokardiografi, untuk memastikan diagnosa, yaitu dengan mendeteksi adanya cairan di ruang perikardial dan pembentukan jaringan fibrosa di sekitar jantung.
  2. Foto rontgen dada, untuk mendeteksi endapan kalsium di perikardium pada orang dengan perikarditis konstriktif kronis.
  3. MRI atau CT scan, bisa digunakan untuk menentukan ketebalan perikardium. Pada perikarditis konstriktif kronis, tebal perikardium bisa bertambah.
  4. Biopsi jaringan perikardium, serta analisa contoh darah atau cairan perikardium, bisa dilakukan untuk membantu menemukan penyebabnya.

Penanganan

Penanganan yang bisa dilakukan untuk perikarditis efusif kronis antara lain berupa :

  1. Menemukan dan mengatasi penyebabnya.
  2. Pemantauan penyakit, jika fungsi jantung masih normal.
  3. Pengeluaran cairan dari ruang perikardial (drainage) melalui pembedahan, jika menimbulkan gejala atau jika diduga terdapat infeksi.

Penanganan untuk perikarditis konstriktif kronis antara lain berupa :

  1. Istirahat total
  2. Pembatasan garam dari makanan
  3. Pengangkatan perikardium melalui pembedahan. Karena risiko terjadinya kematian sekitar 5-15%, maka sebagian besar orang tidak melakukannya kecuali penyakit sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Pembedahan juga tidak dilakukan pada tahap awal penyakit (sebelum muncul gejala yang signifikan) atau tahap lanjut penyakit (ketika gejala-gejala muncul saat istirahat).

Referensi:

- H, Brian D. Chronic Pericarditis. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.