Kelahiran Mati
Penyakit
23-02-2018

Kelahiran Mati

Kelahiran Mati adalah kehilangan janin karena penyebab alami pada saat usia kehamilan mencapai lebih dari 20 minggu.

Kelahiran mati (janin lahir mati) paling sering terjadi akibat lepasnya plasenta dari tempat perlekatannya yang terlalu cepat. Selain itu, bisa juga terjadi akibat :

  • adanya gangguan pada janin, misalnya kelainan genetik atau kromosom, cacat bawaan, kekurangan nutrisi, dan gangguan pertumbuhan janin
  • infeksi saat kehamilan
  • paparan terhadap toksin dari lingkungan, misalnya pestisida 
  • gangguan pada plasenta,
  • penyakit sistemik pada ibu, misalnya diabetes atau tekanan darah tinggi, khususnya pre-eklampsia
  • riwayat gangguan pembekuan darah pada ibu atau keluarga

Risiko terjadinya janin lahir mati lebih besar jika :

  • memiliki riwayat janin lahir mati sebelumnya
  • menggunakan alkohol atau obat-obat terlarang
  • merokok
  • kegemukan (obesitas)
  • berusia kurang dari 15 tahun atau lebih dari 35 tahun

Janin dilahirkan dalam keadaan mati, setelah usia kehamilan mencapai lebih dari 20 minggu. Biasanya tidak ada tanda-tanda peringatan sebelum terjadinya kelahiran mati. Tetapi gejala-gejala berikut dapat menandakan adanya gangguan :

  • Perdarahan per vagina, terutama setelah pertengahan kehamilan. 
  • Kurangnya gerakan janin atau perubahan aktivitas janin dari biasanya

Kematian janin dapat dicurigai jika janin berhenti bergerak, meskipun gerakan janin seringkali berkurang saat janin yang berkembang tidak memiliki cukup ruang untuk bergerak. Pemeriksaan penunjang seperti USG dapat dilakukan untuk mengevaluasi kondisi janin dalam kandungan.

Jika terdapat jaringan janin atau plasenta yang tertinggal di dalam rahim, maka perlu dilakukan kuret untuk mengeluarkannya.

Dukungan emosional dan terkadang konseling perlu diberikan untuk ibu yang kehilangan janin yang dikandungnya.

- F, Edmund F. Stillbirth. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.

- T, Nivin. Understanding Stillbirth. WebMD. 2013.